Jumat, 24 April 2026

Berita Gresik

Dewan Minta ada Kuota Khusus Blanko e-KTP bagi Warga Pulau Bawean, Ini Alasannya

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Bustomi Hazin, langsung mendatangi kantor Dispendukcapil Gresik soal blanko e-TKP.

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/surya
Para pemohon e-KTP membludak di kantor Dispendukcapil Gresik, Selasa (28/1/2020). 

"Untuk langkah awal kita jatah 1.000 blangko buat warga Bawean. Kecamatan Tambak 500 keping dan Kecamatan Sangkapura 500 keping. Nanti kita tambah," kata dia.

Pihaknya setuju warga Bawean tidak perlu mencetak e-KTP di kantor Dispendukcapil Gresik.

Asalkan mau melakukan aktivasi di Kecamatan di Bawean.

Disinggung mengenai mengapa tidak mencetak e-KTP di Bawean, ia menjelaskan bahwa mesin cetak hanya ada lima.

Dua beroperasi di Dispendukcapil sedangkan tiga lainnya tersebar di kecamatan di Kecamatan Benjeng, Kecamatan Kedamean dan Kecamatan Dukun.

"Kami punya 12 mesin cetak e-KTP. 7 mesin rusak. Sedangkan dua mesin di ruang pelayanan Dispendukcapil," kata dia.

Menurut Khusaini rata-rata dalam sehari pelayanan menangani 300 sampai 500 percetakan e-KTP.

Namun, pihaknya berusaha mempercepat pelayanan dengan menambah percetakan. Jika sebelumnya hanya 450 keping per hari, ditambah 500 keping.

"Sehingga setiap hari kami melayani 950 keping e-KTP," ujarnya.

Sebab, pemegang suket di Gresik saat ini sudah mencapai 53 ribu.

"Jadi siapapun yang datang akan kita cetak e-KTPnya, tapi terbatas dalam sehari," kata dia

Pihaknya menarget dua sampai tiga bulan kedepan diupayanan semua masyarakat sudah memegang e-KTP.

Meski demikian, tetap menunggu distribusi dari pusat. Jika ada tambahan setiap pengajuan dipastikan segera tuntas.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved