Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Gresik

Dewan Minta ada Kuota Khusus Blanko e-KTP bagi Warga Pulau Bawean, Ini Alasannya

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Bustomi Hazin, langsung mendatangi kantor Dispendukcapil Gresik soal blanko e-TKP.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/surya
Para pemohon e-KTP membludak di kantor Dispendukcapil Gresik, Selasa (28/1/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Blangko e-KTP di Kabupaten Gresik pekan ini cukup melimpah. Ada 8.000 keping blangko yang diberikan pusat.

Banyak warga Gresik yang langsung berbondong-bondong mendatangi kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mencetak surat keterangan (Suket) yang mereka dapat selama ini menjadi blangko e-KTP. Bahkan, sampai membludak.

Namun, permohonan e-KTP ini dibatasi 450 keping/hari. Saat ini meningkat, pagi 450 keping kemudian siang 500 keping karena stok blanko jauh lebih banyak dibanding sebelumnya, sehingga masyarakat dapat mencetak e-KTP.

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Bustomi Hazin, langsung mendatangi kantor Dispendukcapil Gresik.

Politisi asal Pulau Bawean ini ingin ada kuota untuk warga Bawean.

Sebab, warga kepulauan ongkosnya jauh lebih mahal jika disuruh datang ke Dispendukcapil tetapi tidak ada kepastian apakah pulang mendapat blanko atau tidak.

Karena kapal paling pagi dari Bawean ke Gresik pukul 09.00 Wib, sedangkan di Dispendukcapil pukul 08.00 Wib antrian sudah membludak.

Politisi PKB ini mengaku ingin ada kepastian blangko e-KTP bagi warga pulau Bawean.

Agar para pemegang suket di Bawean bisa mencetak blangko e-KTP kepada Kepala Disependukcapil Gresik, Khusaini.

"Dari 8.000 itu, harus ada berapa keping buat warga Bawean karena di sana penting, terutama warga Bawean yang menempuh kerja di luar negeri. Orang luar negeri tidak mau suket," terangnya.

Apalagi, ada 8.000 blanko e-KTP yang datang pekan ini di Gresik sehingga menjadi angin segar bagi para pemegang suket. Terutama bagi warga di dua Kecamatan di Pulau Bawean.

"Kami minta blanko buat warga Bawean terutama di Sangkapura dan Tambak. Kalau bisa, suket warga Bawean dibawa kesini kemudian dicetak kesini lalu aktivasinya di kecamatan Tambak bagi warga tambak dan di kecamatan Sangkapura bagi warga Sangkapura biar mereka tidak perlu kesini tapi bisa cetak e-KTP," paparnya.

Bak gayung bersambut, Kepala Dispendukcapil Khuzaini menyambut baik keputusan ini.

Masyarakat di kepulauan akan diberi jatah dan bisa merekam di sini.

Tetapi harus diambil di Kecamatan sekaligus aktivasi e-KTP. Sehingga bisa langsung terdaftar dan tercatat di pusat.

"Untuk langkah awal kita jatah 1.000 blangko buat warga Bawean. Kecamatan Tambak 500 keping dan Kecamatan Sangkapura 500 keping. Nanti kita tambah," kata dia.

Pihaknya setuju warga Bawean tidak perlu mencetak e-KTP di kantor Dispendukcapil Gresik.

Asalkan mau melakukan aktivasi di Kecamatan di Bawean.

Disinggung mengenai mengapa tidak mencetak e-KTP di Bawean, ia menjelaskan bahwa mesin cetak hanya ada lima.

Dua beroperasi di Dispendukcapil sedangkan tiga lainnya tersebar di kecamatan di Kecamatan Benjeng, Kecamatan Kedamean dan Kecamatan Dukun.

"Kami punya 12 mesin cetak e-KTP. 7 mesin rusak. Sedangkan dua mesin di ruang pelayanan Dispendukcapil," kata dia.

Menurut Khusaini rata-rata dalam sehari pelayanan menangani 300 sampai 500 percetakan e-KTP.

Namun, pihaknya berusaha mempercepat pelayanan dengan menambah percetakan. Jika sebelumnya hanya 450 keping per hari, ditambah 500 keping.

"Sehingga setiap hari kami melayani 950 keping e-KTP," ujarnya.

Sebab, pemegang suket di Gresik saat ini sudah mencapai 53 ribu.

"Jadi siapapun yang datang akan kita cetak e-KTPnya, tapi terbatas dalam sehari," kata dia

Pihaknya menarget dua sampai tiga bulan kedepan diupayanan semua masyarakat sudah memegang e-KTP.

Meski demikian, tetap menunggu distribusi dari pusat. Jika ada tambahan setiap pengajuan dipastikan segera tuntas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved