Jumat, 10 April 2026

Berita Pasuruan

Dewan Minta Pemkab Pasuruan Petakan Pengembangan Ekonomi Kreatif

DPRD Kabupaten Pasuruan meminta Pemkab Pasuruan untuk segera memetakan dan menentukan langkah dalam mengembangkan ekonomi kreatif

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
galih lintartika/surya
Pre Event Tumplek Blek, Forum Group Discussion (FGD) peran 5 pilar ekonomi kreatif Kabupaten Pasuruan yang digelar oleh Pasuruan Creative Network (PCN). Acara ini diselenggarakan di salah satu restoran di Pandaan, Pasuruan, Sabtu (28/12/2019) sore. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, meminta Pemkab Pasuruan untuk segera memetakan dan menentukan langkah dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan.

Hal itu disampaikan Andri, sapaan akrab, politisi asal PDIP ini saat menghadiri Pre Event Tumplek Blek, Forum Group Discussion (FGD) peran 5 pilar ekonomi kreatif Kabupaten Pasuruan yang digelar oleh Pasuruan Creative Network (PCN). Acara ini diselenggarakan di salah satu restoran di Pandaan, Pasuruan, Sabtu (28/12/2019) sore.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan mengatakan, Pemkab harus segera menentukan road map pengembangan ekonomi kreatif ini. Kata dia, ketika sudah dipetakan, maka bisa diketahui hulu hilirnya.

"Ekonomi kreatif bukan hanya UKM dan IKM, tapi masih banyak substansi lainnya. Nah, ketika sudah jelas klasifikasinya, tinggal dikelompokkan saja, dan bagaimana nanti memecahkan masalahnya. Karena sudah diketahui hulu hilirnya," kata Andri.

Ia menjelaskan hulu hilirnya ini juga harus jelas, sehingga sebelum dikembangkan, sudah diketahui apa masalah yang akan dihadapi di hulu dan hilirnya.

Ini tidak dipisahkan, dan harus berkesinambungan.

Nah, masalah di hulu dan hilir harus diselesaikan secara bersama-sama.

"Dengan begitu, ekonomi kreatif bisa berkembang dengan baik dan sehat. Jadi, mulai dari awal seperti permodalan, jenis usaha, analisanya, perizinan harus Klir. Setelah itu, hilirnya, harus jelas nantinya dipasarkan dimana dan bagaimana cara pemasarannya. Itu harus dibikin matang," ungkapnya.

Ia menyarankan, untuk masalah permodalan, pihaknya dari DPRD akan mendorong dan menjembatani untuk ketemu dengan pemilik modal, dalam hal ini Bank.

Sedangkan untuk masalah pemasaran, ia juga saran, untuk melibatkan anak-anak muda kreatif dan akun media sosial asli Pasuruan.

"Saya kira anak-anak muda di Pasuruan ini juga memiliki peran. Pemasaran tidak harus melulu di pameran dan sejenisnya. Kalau sekarang, manfaatkan media sosial dan minta tolong ke ahlinya untuk bisa bantu mempromosikan. Ayo bersama-sama mengembangkan ini," jelasnya.

Menurut Andri, pengembangan ekonomi kreatif diyakini bisa mengurangi indeks pengangguran di Kabupaten Pasuruan yang mengalami peningkatan.

Di tahun 2017, indeks pengangguran di angka 4 persen sekian, sedangkan di tahun 2018 di angka 6 persen. Ada kenaikan 2 persen.

"Nah ini berbanding lurus dengan menurunnya investasi di Pasuruan. Makanya, saya kira ekonomi kreatif bisa menjadi solusi untuk memecahkan masalah pengangguran. Orang yang selama ini memiliki pola pikir lulus SMA atau SMK bekerja, bisa berubah untuk berwirausaha dan mengembangkan ekonomi kreatif," terangnya.

Ali Bahroni, Ketua PCN mengatakan, kegiatan ini digelar dengan semangat mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved