Berkunjung di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur
Memasuki Baluran, beruntung sebagai wisatawan domestik, cukup membayar Rp 18.500 per orang, sementara wisatawan mancanegara Rp 225.000 per orang.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Bagi sebagian orang, Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur adalah lokasi eksotis yang menunjukkan alam yang alami.
Saat musim kemarau, keringnya dikatakan mirip Afrika. Poedji Rahajoe mengikuti komunitas mobil Ford Everest menjelajah Baluran.
Perjalanan panjang dari Sidoarjo ke Taman Nasional Baluran akan tetap diingat. Bersama komunitas mobil Ford Everest, penjelajahan dimulai, Sabtu (26/10).
Mendengar perjalanan akan ke Baluran, ada yang ngeri, ada yang mengatakan banyak mistis, tetapi banyak juga yang penasaran mengapa itu dijadikan taman nasional. Pasti ada istimewanya.
Memasuki Baluran, beruntung sebagai wisatawan domestik, cukup membayar Rp 18.500 per orang, sementara wisatawan mancanegara Rp 225.000 per orang.
Di dekat gerbang ada menara setinggi 20 meter. Mikhael naik dan menyaksikan Baluran dari menara di gerbang masuk.
Sepanjang mata memandang, ada hamparan pohon kering dengan ujung tampak deretan pegunungan.
Saat itu ada wisatawan dari Afrika yang ikut naik ke menara. Mungkin dia sedang membuktikan kebenaran istilah Baluran adalah Afrika kecil di Banyuwangi.
Kendaraan berisi keluarga Slam, Mila, Melia, dan Mikhael kembali mengikuti rombongan yang bergerak masuk taman nasional.
Tidak ada yang istimewa di dekat pintu masuk karena kemarau panjang dan membuat tanaman cokelat kering.
Sepanjang perjalanan pertama, hanya ada hutan kering. Pohon-pohon menggugurkan daun. Sampai di KM 10, barulah muncul lutung hitam.
Selanjutnya, hamparan savana dan sedikit pohon yang hidup.
Di Bekol, nama savana itu, kendaraan berhenti untuk memotret. Dari jauh tertulis: batas pemotretan.
Pengunjung harus berhati-hati karena ada beberapa monyet di tempat itu. Ada beberapa jejak binatang yang baru saja lewat. Itu terlihat dari kotoran di savana.
Perjalanan berlanjut, tetap savan, tetap kering. Baru lama kemudian ada pohon hijau, monyet mulai banyak, burung merak terlihatm danů kumpulan banteng ada di kejauhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berkunjung-di-taman-nasional-baluran-banyuwangi-jawa-timur.jpg)