Berita Malang Raya
Warga Banyuwangi di Kota Malang Rayakan Endhog-endhogan, Ini Maknanya
Endhog-endhogan berasal dari kata endhog yang dalam bahasa Indonesia berarti telur.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
Diterangkan Basit, setiap kelahiran dilambangkan dengan telur.
“Ada pun telur itu memiliki tiga lapis. Yakni lapis kulit, putih, terus kuning telur. Itu melambangkan Islam, iman, dan kuningnya adalah ikhsan,” ujar Basit yang juga dosen di Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut, Minggu (24/11/2019).
Dalam tradisi masyarakat Banyuwangi, makna filosofis itu ditanamkan sejak anak-anak.
Itulah sebabnya telur dibagikan kepada anak-anak.
“Islam, iman dan ikhsan itu harus jadi satu. Lalu telur itu sebetulnya harus ditusuk. Tapi karena kalau ditusuk cepat basi, makanya saat ini banyak yang dibungkus. Sedangkan hiasanya bermakna menjadi hiasan kehidupan,” ungkapnya.
Basit menegaskan, perayaan tradisi Endhog-endhogan oleh warga Banyuwangi di tanah rantau sebagai bentuk untuk merawat tradisi.
Ada ratusan anggota Ikawangi Malang Raya di Kota Malang.
Mereka terkadang tidak bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan tradisi.
“Jadi dengan acara seperti inilah kita bisa menguri-nguri budaya. Kami juga punya harapan agar masyarakat luas, khususnya Kota Malang, bisa mengenal tradisi khas Banyuwangi,” tutup Basit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anggota-ikatan-keluarga-banyuwangi-ikawangi-malang-raya-merayakan.jpg)