Berita Malang Raya

Warga Banyuwangi di Kota Malang Rayakan Endhog-endhogan, Ini Maknanya

Endhog-endhogan berasal dari kata endhog yang dalam bahasa Indonesia berarti telur.

Warga Banyuwangi di Kota Malang Rayakan Endhog-endhogan, Ini Maknanya
surya.co.id/benni indo
Anggota Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya merayakan tradisi Endhog-endhogan di Car Freed Day (CFD), Jl Besar Ijen, Kota Malang, Minggu (24/11/2019). 

SURYA.co.id | MALANG – Banyuwangi dikenal memiliki banyak tradisi dan kebudayaan, satu di antaranya tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Namanya Endhog-endhogan.

Warga Banyuwangi yang berada di Kota Malang pun tak ingin ketinggalan merayakan Endhog-endhogan seperti saudara mereka di tanah Blambangan.

Ratusan warga Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Malang Raya merayakan Endhog-endhogan di tengah keramaian Car Free Day (CFD) Jl Besar Ijen, Minggu (24/11/2019).

Mereka terdiri dari mahasiswa, akademisi, pemerhati budaya dan pekerja.

Koordinator acara, Abdul Basit menjelaskan, tradisi Endhog-endhogan selalu dirayakan oleh masyarakat Banyuwangi saat Maulud Nabi Muhammad saw.

Endhog-endhogan berasal dari kata endhog yang dalam bahasa Indonesia berarti telur.

Dalam tradisi ini, telur dihias sebagus mungkin kemudian ditusuk atau diikatkan pada tusuk yang terbuat dari bambu.

Kemudian ditancapkan pada pohon pisang. Pohon pisangnya pun dihiasi sebagus mungkin.

Sebelum diarak mengitari kampung, warga membaca salawatan.

Orang Banyuwangi menyebutnya Srakalan atau Srokalan.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved