Selasa, 9 Juni 2026

Berita Viral

Imbas Tragedi Rafting di Batu 2014 Diviralkan Lagi Nadia Omara, Beredar Pengakuan Ibu Korban: Persis

Tragedi rafting Sungai Brantas 2014 viral lagi. Ibu korban ungkap fakta pilu di balik kisah prewedding yang berujung duka mendalam.

Tayang:
kolase youtube Nadia Omara
RAFTING MAUT - Tangkap layar ilustrasi tragedi maut Rafting di Batu tahun 2014 silam, dalam video kanal youtube Nadia Omara. Kisah ini viral lagi hingga beredar pengakuan ibu korban. 

Ringkasan Berita:
  • Video Nadia Omara tentang tragedi rafting di Batu tahun 2014 silam kembali viral
  • Ibu korban buka suara, kenang tragedi 2014
  • Fakta identitas korban dalam cerita terungkap
  • Keluarga ikhlas, berharap doa untuk almarhum

 

SURYA.co.id – Kisah tragis kecelakaan rafting di Sungai Brantas pada 2014 kembali menjadi sorotan publik setelah diangkat oleh Nadia Omara.

Peristiwa lama yang sempat tenggelam kini kembali viral dan menyentuh emosi warganet.

Tragedi ini bukan sekadar cerita petualangan yang berujung maut, melainkan kisah tentang persahabatan, kehilangan, dan firasat yang tak sempat terucap.

Tak lama setelah video tersebut ramai diperbincangkan, muncul unggahan dari keluarga salah satu korban yang angkat bicara melalui media sosial.

Ibunda korban, melalui akun medsos Bunda Tegar, mengaku video tersebut membangkitkan kembali kenangan pahit yang telah lama tersimpan.

"Setelah saya tonton YouTube-nya Kak Nadia Omara dengan seksama, seperti membuka luka lama. Memori saya terbuka kembali. Entah narasumbernya dari mana, yang pasti ceritanya persis sama sekali," ungkap akun Bunda Tegar, dikutip SURYA.co.id.

Fakta Sebenarnya di Balik Nama dalam Cerita Viral

TRAGEDI RAFTING - Tangkap layar youtube Nadia Omara saat menceritakan tragedi rafting di Batu tahun 2014.
TRAGEDI RAFTING - Tangkap layar youtube Nadia Omara saat menceritakan tragedi rafting di Batu tahun 2014. (kolase youtube Nadia Omara)

Dalam pengakuannya, sang ibu mengonfirmasi bahwa tokoh “Karin” dalam cerita viral tersebut adalah anak kandungnya, Riki Anggia.

Sementara “Elias” merupakan tunangan sang putri yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Keduanya diketahui berangkat dari Jakarta menuju Kota Batu dengan rencana awal yang penuh kebahagiaan.

Rombongan kala itu berangkat dari Stasiun Senen menuju Malang Raya dengan tujuan melakukan sesi foto prewedding di kawasan Gunung Bromo.

Namun, sang ibu mengaku tidak pernah mengetahui adanya rencana tambahan untuk mengikuti kegiatan arung jeram di Sungai Brantas.

"Tujuan anak saya waktu itu pamit mau membuat foto pre-wedding ke Bromo. Tidak memberi tahu saya kalau mau juga ada acara rafting. Tapi Allah berkehendak lain," imbuhnya dengan nada tegar.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Tragedi Rafting di Batu Tahun 2014 Viral Lagi, Nadia Omara: Semuanya Kacau

Keluarga Ikhlas, Ucap Terima Kasih

Meski harus kembali mengingat peristiwa memilukan tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum.

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada Nadia Omara karena telah mengangkat kembali kisah ini, yang dinilai membawa dampak positif berupa doa dari banyak orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved