Berita Trenggalek

Smart Center Trenggalek Didapuk Jadi Role Model Demokrasi Data Pertanian Dalam Industri 4.0

Kabupaten Trenggalek meresmikan Smart Center dalam Trenggalek Innovation Festival hari pertama, Kamis (21/11/2019).

Smart Center Trenggalek Didapuk Jadi Role Model Demokrasi Data Pertanian Dalam Industri 4.0
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama para tamu ketika berada di Smart Center, Kamis (21/11/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek meresmikan Smart Center dalam Trenggalek Innovation Festival hari pertama, Kamis (21/11/2019).

Selain menjadi sumber data dari tiap-tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Smart Center itu juga didapuk menjadi role model demokrasi data pertanian dalam industri 4.0.

Founder Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan inovator dan Hara, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian global berbasis data akan membantu demokrasi data pertanian di Trenggalek.

“Jika ini berhasil, akan dijadikan program di seluruh Indonesia,” kata Budiman, usai ikut melihat gedung Smart Center.

Pihaknya akan memanfaatkan teknologi rangkai data dalam mengelola data di Trenggalek. Data-data yang ada akan diunggah secara horizontal.

“Setiap orang bisa menaruh data dan setiap orang bisa lihat. Terutama disepakati oleh masyarakat,” imbuh Budiman.

Beberapa daerah yang juga akan memanfaatkan teknologi yang sama terkait data itu, yakni Blitar, Malang, Tuban, Bojonegoro, Banyuwangi dan daerah-daerah lain di Jawa maupun luar Jawa.

Data yang akurat, kata Budiman, penting untuk menjalankan idelogi Pancasila di era saat ini.

“Saya bilang, kalau ingin menjalankan Pancasila di era 4.0 yang benar, sila pertama bekalnya doa. Sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima, bekalnya data,” tambah dia.

Penggunaan data yang keliru, misalnya, akan membuat keadilan dalam memberi kebijakan juga turut keliru.

CEO Hara, Regi Wahyu mengatakan teknologi rangkai data berjalan dengan kepemilikan data adalah produsen data.

Dalam dunia pertanian, pemilik data adalah para petani.

“Data akan digunakan masyarakat, kepala desa, pemkab untuk mengambil kebijakan-kebijakan di masing-masing desa, untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menambahkan, diluncurkannya Smart Center untuk memenuhi kebutuhan data yang demokratis. Data tersebut bisa dipakai sebagai informasi untuk mengambil kebijakan.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved