Grahadi

Wujudkan Jatim Akses, Pemprov Jatim Akan Bangun Jaringan Perpipaan di 85 Desa Langganan Kekeringan

Penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas Pemprov Jatim dan merupakan implementasi dari Jatim Akses dalam Nawa Bhakti Satya.

Wujudkan Jatim Akses, Pemprov Jatim Akan Bangun Jaringan Perpipaan di 85 Desa Langganan Kekeringan
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, tak hanya dalam bentuk penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) juga bertekad untuk membangunkan jaringan perpipaan di kawasan langganan kekeringan dengan sumber air terdekat.

Dalam pembahasan APBD Provinsi Jawa Timur di tahun anggaran 2020 yang dilakukan saat ini, setidaknya ada sebanyak 85 titik desa yang dijadikan sasaran pembangunan jaringan air bersih melalui sumber air ke daerah yang kekeringan.

"Di Jawa Timur beberapa desa tidak memiliki atau kesulitan sumber air. Maka akan dilakukan penanganan melalui maksimalisasi kegiatan dropping air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan tapi juga disertai dengan pembangunan jaringan perpiaan. Agar kekeringan tidak menjadi bencana berulang setiap tahunnya," jelas Khofifah.

Sebagaimana diketahui, total anggaran belanja Pemprov Jawa Timur di tahun 2020 mencapai Rp 33,7 trilliun.

Khofifah menegaskan, bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas Pemprov Jatim dan merupakan implementasi dari Jatim Akses dalam Nawa Bhakti Satya.

Dari total anggaran belanja tersebut anggaran pembangunan perpipaan untuk desa rawan air ada di bidang pekerjaan umum yang dialokasikan sebesar Rp 1,56 triliun.

Dana tersebut yang dialokasika pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp 571 miliar, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air sebesar Rp 245 miliar dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya sebesar Rp 239 miliar.

Anggaran bidang pekerjaan umum diarahkan untuk realisasi program Jatim Akses dengan prioritas antara lain pembangunan sarana prasarana air bersih di desa rawan air dan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.

"Akses terhadap layanan air minum dan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan ini merupakan bentuk layanan dasar kepada masyarakat yang harus kita penuhi," katanya.

Pembangunan infrastruktur lainnya seperti yang tertuang dalam Jatim Akses, sebut Khofifah, yakni Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional. Yang akan dilaksanakan di Mojokerto, Lamongan dan Gresik.

"Selain itu di Jatim Akses Pemprov juga akan melakukan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan, serta memberikan subsidi angkutan kapal laut perintis di Kepulauan Madura," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved