Sabtu, 11 April 2026

Berita Kesehatan

Berikut Ciri-ciri Anak Anda Mengalami Alergi, Ini Sebaiknya yang Harus Dilakukan

Orang tua harus segera memeriksakan anak ketika mengalami alergi, berikut beberapa ciri khas anak yang mengalami alergi

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Christine Ayu Nurchayanti
Dokter spesialis anak MedicElle Clinic, dr Septria Erlitarini SpA. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Alergi makanan merupakan suatu kumpulan gejala yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak MedicElle Clinic, dr Septria Erlitarini SpA.

Alergi yang timbul pada anak dapat terjadi karena berbagai hal. Di antaranya faktor genetik, pajanan alergen, kematangan usus, dan lingkungan.

Faktor Genetik Memicu Alergi pada Anak dan Pencegahannya Melalui ASI

"Orang tua harus segera memeriksakan anak ketika mengalami alergi, apalagi alergi parah. Dikatakan parah apabila sampai menganggu kualitas hidup anak. Seperti menganggu tidur dan belajar," ungkap Septria.

Beberapa ciri khas anak yang mengalami alergi, lanjutnya, di antaranya yaitu sering menggerakkan hidung, menggosok-gosokkan hidung dan di bawah kelopak mata tampak kehitaman.

Apabila ciri-ciri tersebut tampak pada anak, maka sebaiknya segera memeriksakan sehingga bisa mendapatkan pertolongan sesegera mungkin.

"Jika sudah mengetahui makanan yang membuat alergi, maka harus dilakukan eliminasi atau menghindari makanan yang memicu alergi. Setelah itu untuk memastikan apakah sudah terbebas dari alergi, bisa memperkenalkan makanan tersebut secara bertanap," tuturnya.

Tiga Jenis Tes untuk Mengetahui Alergi

Tes alergi diperlukan untuk mengetahui zat yang dapat menyebabkan reaksi alergi (alergen).

Dokter spesialis anak MedicElle Clinic, dr Septria Erlitarini SpA, menyampaikan, terdapat tiga tes alergi yang bisa dilakukan.

"Pertama yaitu skin prick test (SPT). Pemeriksaan ini ini dilakukan secara tidak invasif dan aman. Selain itu, hasilnya dapat diperoleh setelah 15 sampai 20 menit," ungkap Septria.

Namun, ada beberapa kondisi yang tidak diperkenankan menjalani tes ini. Di antaranya yaitu kelainan kulit yang luas dan anak tidak bisa berhenti meminum obat anti elergi karena bila dihentikan, anak akan mengeluhkan alergi yang sangat menganggu.

"Selain itu juga tidak bisa dilakukan ketika dermatografisme, yakni keadaan kulit yang bentol atau merah apabila tertekan atau tergores," paparnya.

Pemeriksaan kedua yaitu IgE spesifik dalam darah yang hasilnya dapat diperoleh beberapa hari setelahnya.

"Pemeriksaan ini menjadi alternatif pada kondisi yang tidak bisa SPT," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved