Kamis, 4 Juni 2026

Pilek Tak Membaik Setelah 10 Hari? Saatnya Anda Cek Sinus

Hidung tersumbat lebih dari 10 hari bisa jadi gejala sinusitis. Simak penjelasan dr Jemmy Kurniawan dari Mayapada Hospital Surabaya.

Tayang:
Editor: Cak Sur
istimewa
GEJALA SINUSITIS - Hidung tersumbat lebih dari 10 hari bisa jadi gejala sinusitis. Simak penjelasan dr Jemmy Kurniawan dari Mayapada Hospital Surabaya. 

SURYA.CO.ID - Ada momen ketika hidung mulai terasa tersumbat, kepala sedikit berat, dan area wajah terasa tidak nyaman, namun belum cukup mengganggu untuk dianggap serius. Kondisi seperti ini sering kali dibiarkan begitu saja sambil mengandalkan obat bebas. Namun, ketika gejala tidak juga membaik, mulai muncul pertanyaan apakah ini masih kondisi yang wajar atau justru tanda bahwa sudah saatnya memeriksakan diri ke dokter?

Dalam kondisi seperti ini, durasi gejala biasanya mulai menjadi perhatian. Menurut dr. Jemmy Kurniawan, Sp.THT-KL dari Mayapada Hospital Surabaya, “Gejala seperti hidung tersumbat, pilek, atau nyeri di area wajah yang menetap lebih dari 10 hari umumnya perlu dievaluasi untuk membantu memastikan apakah keluhan masih berkaitan dengan infeksi ringan atau mengarah pada gangguan sinus.”

Selain durasi gejala, beberapa tanda lain juga perlu diwaspadai, seperti demam yang tidak kunjung turun, penurunan kemampuan penciuman, hingga batuk berkepanjangan akibat lendir yang mengalir ke tenggorokan. Pada sebagian orang, kondisi ini bahkan mulai memengaruhi kualitas tidur dan konsentrasi saat beraktivitas.

Tidak sedikit keluhan baru disadari ketika kondisinya terasa semakin berat. Padahal, gejala yang dikenali sejak awal umumnya lebih mudah ditelusuri penyebabnya. Kondisi yang kerap kambuh dalam waktu berdekatan juga dapat menjadi tanda adanya masalah yang lebih kompleks, seperti sinusitis kronis atau faktor pemicu lain yang belum teridentifikasi.

“Gangguan sinus atau saluran pernapasan atas juga dapat muncul pada anak-anak, meski sering kali tidak langsung disadari. Pilek berkepanjangan, kebiasaan bernapas melalui mulut, hingga tidur yang kurang nyenyak dapat menjadi tanda awal yang perlu dikenali, terutama karena anak belum dapat menjelaskan keluhannya secara rinci,” tutup dr. Jemmy.

Karena sering menyerupai keluhan sehari-hari, gangguan sinus kerap baru disadari setelah gejalanya berlangsung cukup lama. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan awal membantu memahami penyebab keluhan dengan lebih jelas.

Sebagai bagian dari evaluasi gangguan sinus, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) memiliki Minimal Invasive & Endoscopic Sinus Center (Sinus Center) dengan dukungan teknologi modern dan tindakan nasal endoskopi minimal invasif untuk membantu melihat kondisi rongga hidung dan sinus secara lebih detail. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter spesialis THT berpengalaman, termasuk subspesialis THT Bedah Kepala dan Leher serta subspesialis hidung.

MHSB juga menghadirkan inovasi yang memudahkan Anda melakukan evaluasi awal secara mandiri melalui Sinus Symptom Checker Digital, berupa kuesioner singkat untuk mengenali kemungkinan gejala sinusitis. Layanan unggulan untuk THT juga tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital, termasuk Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur. Didukung oleh tim multidisiplin dan fasilitas modern, layanan ini mencakup skrining hingga terapi lanjutan yang dapat diakses melalui berbagai kanal layanan Mayapada Hospital. 

Informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI). (*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved