Berita Surabaya

Dua Residivis Penipuan di Surabaya Bobol ATM Korbannya hingga Rp 60 Juta, begini Modusnya

Aksi kejahatan menyasar korban di sebuah mesin Anjuntan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi di Surabaya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Parmin
surya.co.id/firman rachmanudin
RESIDIVIS - Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonard Simarmata didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya,Iptu Giadi Nugraha dan Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya menunjukkan empat tersangka penipuan dan pencurian uang di ATM. 

"Tersangka Nasir mengintip PIN korban. Kemudian saat ATM korban keluar dari mesin, langsung diambil tersangka dan ditukar menggunakan kartu ATM serupa tanpa sepengatuhan korban," terang mantan Kapolresta Mojokerto itu.

Setelah merasa aman, para tersangka kemudian pergi berlalu meninggalkan korban tanpa membuat korban curiga.

Tak berselang lama dari pertemuan itu, korban kemudian mendapat notifikasi di SMS Banking miliknya yang menerangkan jika terjadi transaksi berupa transfer uang sejumlah Rp 61 Juta rupiah ke rekening lainnya secara bertahap.

"Karena curiga, korban lalu mengecek ATMnya,ternyata tidak bisa diakses. Sadar jadi korban penipuan, korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ungkap Leo.

Berdasarkan laporan itu, para pelaku akhirnya ditangkap di sebuah villa kawasan Songgoriti Malang saat sedang menikmati hasil kejahatannya, Sabtu (2/11/2019) pagi.

Dari pengakuan Nasir, ia baru drkali beraksi setelah keluar dari penjara atas kasus serupa. Ia mengaku mendapat kartu ATM dengab limit Rp 1 Milyar itu dari seserang di Jakarta.

"Kartu itu sebenarnya minus 1 M saldonya. Tapi kalau di mesin ATM simbol minusnya tidak kelihatan. Yang muncul hanya angka. Saya belinya waktu itu Rp 500 ribu," aku Nasir.

Nasir juga menegaskan jika setiap kali beraksi, yang paling aktif hanya dirinya bersama dengan Fachrizal. Dua temannya hanya diajak sebagai sopir dan melihat situasi di lokasi.

Nasir juga tak menentukan siapa calon korbannya.

"Saya cari sasaran di dekat hotel atau minimarket. Karena saya yakin pasti itu orang jauh yang menginap. Saya juga tidak menentukan siapa target saya. Tiap calon korban saya dekati dengan modus sama. Siapa yang tertarik itu pasti bisa dikerjain," tandasnya.

Bersama dengan tersangka,polisi menyita dua puluh handpone, puluhan kartu provider, puluhan kartu ATM yang sudah kosong dan uang sebesar Rp 6 Juta rupiah sisa hasil kejahatan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved