Kamis, 21 Mei 2026

Berita Surabaya

Berawal dari Hobi Bikin DIY, Firliana Buka Usaha Boneka Handame Lucu

Tak disangka, hobi yang dulu untuk mengisi waktu luang itu, kini membawanya membuka usaha beragam produk boneka handmade.

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
ist
Firliana, seorang dollmaker, owner @peerlyhandmade. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Firliana, seorang dollmaker, mengatakan bahwa sejak dulu ia senang membuat kreasi do it yourself (DIY).

Tak disangka, hobi yang dulu untuk mengisi waktu luang itu, kini membawanya membuka usaha beragam produk boneka handmade.

Owner @peerlyhandmade ini mengatakan, mulai menjalankan usaha boneka handmade sekitar 2011 atau 2012.

"Awal mulanya, saya suka bikin project DIY. Saya mengoleksi berbagai buku DIY Jepang. Suatu ketika, saya ketemu buku tentang socks dolls. Iseng-iseng saya buat dan ternyata teman saya banyak yang suka. Teman saya iseng jualin, ternyata responnya bagus," ungkapnya.

Awal membuka usaha, Firliana mengatakan, ia membuat socks dolls dengan model yang simpel, seperti boneka monyet.

"Kemudian, saya kembangkan lagi. Akhirnya bikin yang bentuknya naga, unicorn, anjing, kucing, dan sebaginya," kata Firliana, Kamis (31/10).

Terbaru, ia memproduksi rag dolls yang menyerupai anak perempuan, lengkap dengan rambut dan baju yang girly dan menggemaskan.

"Rag dolls saya memang modelnya lebih ke perempuan. Baju-bajunya juga lebih fashion cewek. Tapi, tetap dibuat secara handmade," Firliana mengungkapkan.

Sesuai namanya, socks dolls memanfaatkan kaus kaki. Pada dasarnya semua kaus kaki bisa, namun hasil akan maksimal jika kualitasnya bagus.

"Supaya bagus, saya memilih bahan katun yang lebih tebal. Satu pasang kaus kaki ini akan menghasilkan satu boneka. Untuk membuatnya, membutuhkan penggambaran pola yang utuh per bagian, seperti bagian tumit diposisikan sebagai mulut, bagian atas sebagai tubuh boneka, dan seterusnya," paparnya.

Sementara itu rag dolls, lanjutnya, memanfaatkan muslin fabric yang seratus persen katun. Untuk rambut, terbuat dari benang wol khusus.

"Sebelum dibuat, muslin fabric saya beri rendam dengan air teh sekitar enam jam, supaya warnanya lebih krem, tidak putih," ungkapnya.

Ia ingin para costumer tidak hanya melihat boneka produksinya sebagai barang mati. Melainkan, menjadikannya sebagai teman.

"Di setiap boneka, saya beri adopted tag dari hand embriodery. Jadi bisa ditulis nama costumer. Misalnya adopted by titik titik (nama costumer). Jadi, costumer tidak hanya membelinya, melainkan menjadikannya best friend," ungkapnya

Selain itu, Firliana juga konsisten dengan produk yang girly dengan pemilihan warna cenderung pastel.

Halaman 1/2
Tags
Boneka
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved