Berita Sidoarjo
7 FAKTA Temuan Mayat Ibu & Anak di Pepelegi Sidoarjo, Identitas Ibu & Penyebab Tewas Terungkap
7 FAKTA Temuan Mayat Ibu & Anak di Pepelegi Sidoarjo, Identitas Ibu & Penyebab Tewas Terungkap
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Inilah tujuh fakta terkait penemuan mayat ibu dan anak yang ditemukan di lahan kosong Perumahaan Pepelegi Indah Blok H, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (20/9/2019).
Saat ditemukan, kondisi mayat ibu dan anak tersebut sudah dalam keadaan membusuk dan diperkirakan meninggal sejak empat hari lalu.
Terkait identitas korban, pihak kepolisian berhasil mengungkap sosok ibu yang meninggal bersama anaknya tersebut.
Berikut tujuh fakta terkait peristiwa penemuan mayat di Pepelagi Sidoarjo.
1. Sudah Membusuk dan Diperkirakaan Meninggal Empat Hari Lalu

Peristiwa penemuan dua mayat yang sudah membusuk tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Waru Kompol Saibani.
"Iya memang benar telah ditemukan jenasah ibu dan anaknya di sebuah lahan kosong di wilayah Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Pihak berwajib mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait enemuan jenazah ibu adn anak pada pukul 11 WIB.
Menerima laporan tersebut, pihak kepolisian lantas segera meluncur ke lokasi penemuan jenazah.
"Saat itu anggota menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan jenasah sekitar pukul 11.00 dan langsung segera meluncur ke lokasi kejadian," ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, jenazah ibu dan anak tersebut sudah mengeluarkan bau busuk.
"Saat ditemukan sudah tercium bau busuk yang cukup menyengat. Diperkirakan jenasah sendiri sudah meninggal antara 3 - 4 hari yang lalu," tambahnya.
• BERITA SURABAYA POPULER Hari ini, Geger Temuan Mayat Ibu dan Anak & Veronica Koman jadi Buronan
• BERITA PERSEBAYA POPULER Hari ini, Debut Gemilang Diogo Campos & Video Gol Bajul Ijo Menang 0-4
• Mirip Film Up, Lies Pertahankan Rumah Tua Penuh Kenangan di Tengah Apartemen Executive Jakarta
2. Dugaan Meninggal Setelah Melahirkan
Saibani menerangkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
Dugaan sementara, korban meninggal karena kehabisan darah setelah melahirkan bayinya.
"Bisa saja kehabisan darah ketika melahirkan anaknya," tambahnya.
Lebih lanjut, Saibani juga menjelaskan bahwa jenasah perempuan tersebut diduga melahirkan anaknya di lahan kosong tersebut.
"Saat ini jenasah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan visum. Untuk mengetahui identitas jenasah dan penyebab kematiannya," pungkasnya.
3. Pertama Kali Ditemukan Pemulung
Jenazah ibu dan bayinya itu pertama kali ditemukan seorang pemulung.
Pemulung tersebut lantas melaporkan temuannya kepada sekuriti perumahan Pepelegi Sidoarjo.
Sekuriti Perumahan Pepelegi, Zaenal Ali mengatakan jenazah tersebut ditemukan pemulung ketika sedang mencari sampah sekitar pukul 10.45 wib
"Saat mencari sampah, mendadak terlihat ada dua jenazah tergeletak di semak-semak. Pemulung lapor ke kita dan kami teruskan laporan tersebut ke polisi," ujarnya.
4. Posisi Jenazah saat Ditemukan
Zaenal Ali sempat melihat kedua jenazah tersebut dan melihat posisinya.
"Jenazah si ibu menghadap ke timur dan terlentang ke samping kiri. Sedangkan jenazah bayinya menghadap ke selatan," jelasnya.
Zainal menambahkan saat awal ditemukan belum tercium bau busuk.
Namun beberapa menit, akhirnya muncul bau busuk yang cukup menyengat.
Saat ini kedua jenazah tersebut telah dievakuasi dan diangkut memakai ambulans RS Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan visum lebih lanjut.
• Ini Identitas 8 Pasangan Bukan Suami Istri yang Terjaring Razia Satpol PP dari Kamar Hotel di Tuban
• Warga Kediri yang Ditemukan Tewas bersama Bayinya di Sidoarjo, Pamitnya Merantau ke Malaysia
• Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal di Lahan Kosong di Sidoarjo, Keluarga Korban di Kediri ke Surabaya
5. Identitas Mayat Ibu
Setelah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim, identitas mayat ibu dan bayi yang ditemukan pemulung di perumahan Pepelegi Indah Sidoarjo akhirnya terungkap.
Setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Kanitreskrim Polsek Waru, Iptu Untoro, mengatakan jenasah yang ditemukan tersebut merupakan warga Kediri.
"Korban atas nama Ririn dan berusia 34 tahun. Diketahui korban merupakan warga Dusun Tanjung Anom, Desa Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri.
Sedangkan untuk bayinya berkelamin laki laki dan diperkirakan masih berumur empat hari," kata Untoro kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), Jumat (20/9/2019).
Terkait kejiwaan korban, Untoro juga belum mengetahui apakah korban sendiri mengalami gangguan jiwa atau tidak.
Saat ini korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Jatim, menungu pihak keluarga mengambil jenazah korban.
"Sudah kami hubungi pihak keluarga korban.
Rencananya akan datang ke rumah sakit mengambil jenazah korban untuk dimakamkan," tandasnya.
6. Ririn Hendak Merantau ke Malaysia
Kematian Ririn (34) yang ditemukan meninggal bersama bayi berusia 4 hari sempat mengejutkan keluarga. Pasalnya, Ririn kepada keluarga pamit akan pergi merantau ke Malaysia.
Sehingga keluarga kaget setelah mendapat kabar dari aparat kepolisian yang mendatangi rumah korban di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Dari ingatan keluarganya, Ririn pamit hendak merantau ke Malaysia pada 12 Agustus 2019. Sehingga hanya berselang sekitar sebulan kemudian keluarganya mendapatkan kabar kematiannya.
Tentu saja keluarganya di Kediri kaget karena korban sempat pamit akan bekerja menjadi TKW ke Malaysia.
"Korban ini pamitnya akan pergi ke Malaysia," ujar Dhohar tetangganya kepada Surya, Jumat (20/9/2019).
Diberitakan sebelumnya, Ririn (34) ditemukan meninggal bersama bayinya yang berusia 4 hari di lahan kosong Perumahan Pepelegi Indah, Waru Sidoarjo.
Almarhum pertama kali ditemukan pemulung yang melaporkan kepada satpam Perumahan Pepelegi Indah Sidoarjo. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Waru.
7. Temukan Tengkorak di Lumpur

Dua hari sebelumnya, Rabu (18/9/2019), Agus Prabowo, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru terkejut saat membersihkan lumpur di tambak milik Perumahan Pondok Candra Indah.
Pasalnya pria tersebut menemukan tengkorak kepala manusia terbenam dalam lumpur.
Kapolsek Waru, Kompol Saibani membenarkan penemuan tersebut.
"Iya memang benar, sekitar pukul 15.00 ditemukannya. Saat itu tambak sedang dibersihkan dari lumpur, mendadak alat serok yang digunakan membersihkan menghantam benda keras didalam lumpur," ujarnya kepada TribunJatim, Kamis (19/9/2019).
Ia menjelaskan seketika itu, orang yang sedang membersihkan lumpur mengangkat benda yang dikiranya batu tersebut.
"Saat diangkat ternyata kepala tengkorak manusia. Yang kondisinya sedang terendam lumpur itu," tambahnya.
Seketika itu, saksi langsung melaporkan penemuan tersebut ke pihak petugas kepolisian setempat.
Dan tak berselang lama, petugas dari Mapolsek Waru dan tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Tengkorak sendiri langsung diangkut dan dibawa ke RS Bhayangkara
Polda Jatim untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Sudah diserahkan ke rumah sakit untuk diselidiki tim ahli. Karena kondisi hanya tinggal tengkoraknya saja," pungkasnya. (kukuh kurniawan)