Breaking News:

Sambang Kampung Kenjeran

Ikan Asap sebagai Ikon Kampung Unggulan Warga Kenjeran Surabaya

Sebagai kampungnya para nelayan, kampung Kenjeran, Surabaya, memiliki berbagai jenis masakan hingga kerajinan.

surya.co.id/sugiharto
Seorang pembeli memilih ikan asap di kawasan Bulak, Kenjeran Surabaya, Minggu (9/9/2019). Ikan asap khas Kenjeran ini merupakan satu komoditi unggulan. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Sebagai kampungnya para nelayan, kampung Kenjeran, Surabaya, memiliki berbagai jenis masakan hingga kerajinan yang semuanya bersumber dari laut.

Kebanyakan masakan pun merupakan resep turun-temurun yang nyaris tak berubah, termasuk ikan asap.

Menyadari hal ini, warga Kenjeran sepakat untuk mendorong ikan asap sebagai ikon kampung.

"Ikan asap itu kan asalnya ya dari sini, itu sudah turun-temurun, jauh dari sebelum saya dilahirkan," tutur Arifin, Ketua RT 5 RW 2 Kenjeran, beberapa waktu lalu.

Ucapan Arifin turut diamini oleh Anik, Fasilitator Lingkungan Kelurahan Kenjeran.

Anik mengatakan, ikan asap sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Kenjeran lama sekali, terutama para perempuan.

"Warga wilayah sini ini mayoritas 80 persen nelayan, jadi bagi warga yang suaminya nelayan, hasil tangkapan ikan diasap oleh istri dan dijual di sekitar jalan serta pasar," jelasnya.

Ada empat jenis ikan asap yang paling banyak dijual, yakni ikan keting alias lundu, lele laut kasar atau otek, dukang dan sembilang.

Harganya bervariasi, untuk satu kilo ikan yang sudah diasap biasanya dijual seharga Rp 35.000, sedangkan keting utuh dibanderol sesuai ukuran, rata-rata seharga Rp 15.000.

"Saya harap, khusus warga RW 2, dengan mengikuti lomba dari pemerintah kota ini bisa mengembangkan ikan asap, karena memang yang diandalkan warga itu. Dengan begitu, ke depannya diharapkan ekonomi warga juga meningkat," kata Anik.

Muhammad Yusuf, Ketua LPMK Kenjeran, menyebut RW 2 Kenjeran memiliki cita-cita besar, yakni sebagai kampung yang mengemban titel Kampung Nelayan.

Warga pun telah merintis sejak kini dengan mengutamakan bahan jualan berasal dari laut.

"Kami juga berharap warga nantinya bukan jadi tamu di kota sendiri. Apalagi, nanti Bulak akan jadi kawasan wisata, kami berharap warga bisa mengimbangi, jangan sampai tertinggal," harapnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved