Berita Surabaya

Dokter Tolak Jadi Eksekutor Kebiri Kimia ke Pemuda Pelaku Persetubuhan Paksa Anak di Mojokerto

Pelaksanakan kebiri oleh dokter dinilai melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia dan sumpah dokter.

Dokter Tolak Jadi Eksekutor Kebiri Kimia ke Pemuda Pelaku Persetubuhan Paksa Anak di Mojokerto
SURYA.co.id/Nur Ika Anisa
dr Pujo Hartono 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian PBIDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ) dr Pujo Hartono menyatakan sikap menolak dokter sebagai eksekutor kebiri kimia.

Sebab, pelaksanakan kebiri oleh dokter dinilai Pujo melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia dan sumpah dokter.

"Masalah kebiri kami terikat dengan fatwa majelis kehormatan etik Indonesia memang kode etik kedokteran Indonesia tidak memungkinkan kita melakukan atau memberikan eksekusi itu. Beresiko sekali," kata Pujo Hartono ditemui di Ruang Obgyn RSUD Dr Soetomo, Senin (26/8/2019).

Pemuda di Mojokerto Dikebiri Karena Terbukti 9 Kali Lakukan Persetubuhan Paksa Terhadap Anak-anak

Kejati Jatim Berkoordinasi dengan Kejagung Soal Hukuman Kebiri ke Pemuda di Mojokerto

Pujo mengatakan, selama ini dokter tidak pernah melakukan kebiri kimia.

"Hukuman mati pun kami, profesi, hanya memastikan itu meninggal atau belum. Ini memang sangat berisiko untuk profesi," kata dia.

Pujo menegaskan, mendukung kebijakan pemerintah untuk memberikan hukuman seberatnya kepada pelaku kekerasan seksual kepada anak.

Akan tetapi menolak untuk dilibatkan atau eksekutor dalam kebiri kimia.

"Pelakunya harus dihukum seberatnya karena dampak dan trauma kepada korban. Kami yakini itu, kami menyarankan hukum seberatnya," tutup dia.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved