Berita Magetan

6 FAKTA Perampokan Emas di Magetan yang Bawa Samurai dan Pistol, Salah Satu Senjata Ternyata Palsu

6 FAKTA Perampokan Emas di Magetan yang Bawa Samurai dan Pistol, Salah Satu Senjata Ternyata Palsu

6 FAKTA Perampokan Emas di Magetan yang Bawa Samurai dan Pistol, Salah Satu Senjata Ternyata Palsu
Kolase Instagram/suryaonline
6 FAKTA Perampokan Emas di Magetan yang Bawa Samurai dan Pistol, Salah Satu Senjata Ternyata Palsu 

Saat ini pelaku bernisial YT (41) masih diperiksa di Polsek Jiwan. Informasi yang dihimpun, tim gabungan juga melakukan penggeldahan di rumah pelaku, Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Jiwan.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisan terkait dengan penggeledahan sejumlah tempat di Kabupaten Madiun, sore ini.

Hingga berita ini dikirimkan, tim dari Gegana Satbrimob Polda Jatim masih melakukan penggeledahan di sebuah kios di Pasar Kincang

4. Pelaku perampokan emas sempat ancam dengan bom rakitan

Pelaku hingga siang digelandang kerumahnya untuk mencari barang bukti bom dan bahan-bahan pembuat bom rakitan yang sempat dibawa untuk mengancam karyawan toko Dewi Sri.

Sedang motor Honda Supra X AE 5759 FN diamankan di Polsek Barat.

Petugas Polsek Barat, Resor Magetan belum bersedia memberikan keterangan, karena masih melakukan penggeledahan di rumah pelaku di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

5. Pelaku perampokan emas pernah ditahan sebelumnya

Menurut seorang warga yang tinggal di Pasar Sumur Tiban, Henry Fahrudin (49), YT pernah ditahan karena menusuk mantan Bupati Madiun, Muhtatom pada Desember 2009.

Kala itu pelaku menusuk perut Muhtarom menggunakan obeng pada saat acara dialog Bakti Sosial Terpadu (BST).

"Iya, dulu pernah ditahan. Kena setahun setengah kalau tidak salah. Nusuk Mbah Tarom (mantan Bupati Madiun) menggunakan obeng," kata Henry.

Hal ini juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, saat dikonfirmasi. YT pernah ditahan atas kasus penusukan mantan Bupati Madiun, Muhtarom, akhir 2009 lalu.

"Iya," kata Logos saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Penelusuran SURYA, YT kala itu melakukan aksi penusukan karena tidak suka dengan sikap bupati yang dinilai menggampangkan permasalahan dengan mengobral janji-janji belaka.

Aksi YT tersebut terjadi pada Selasa (22/12/2009) pukul 23.30 WIB.

Saat itu menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan.

Akibat penusukan itu Muhtarom mengalami luka lecet karena obeng yang digunakan bengkok setelah dirampas oleh Wabup, Madiun Iswanto kala itu.

6. Pelaku tak akrab dengan tetangga

Hal itu dikatakan ketua RT Desa Sukolilo, Sumantri (55).

YT tidak pernah mengikuti kegiatan kampung di sekitar tempat tinggalnya.

"Nggak pernah datang kalau ada kegiatan warga. Diundang nggak pernah datang, kenduren nggak pernah datang. Tapi kalau diundang acara mantenan datang," kata Sumantri, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/8/2019) malam.

Sumantri menuturkan, sehari-hari YT tinggal bersa istrinya, berinial H dan dua anaknya R dan N.

Warga setempat termasuk dirinya tidak mengetahui apa pekerjaan YT.

"Nggak tahu kerjanya apa. Cuma kalau pagi dia mengantar istrinya ke Pasar Kincang," jelasnya.

Dia mengaku kaget, begitu mendapat kabar tetangganya ditangkap oleh polisi karena merampok toko emas di Magetan.

Ia mengetahui YT ditangkap setelah melihat video penampakannya yang banyak menyebar di berbagai media sosial.

"Ya kaget, tadi waktu lihat videonya," tuturnya.

Ia mengaku beberapa kali rumah YT, ramai didatangi sejumlah orang.

Namun, ia tidak mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan di rumah tersebut.

Senada dikatakan oleh Henry Fahrudin (49) warga Jalan Diponegoro, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Henry mengatakan, YT tidak pernah bergaul dengan para pedagang di Pasar Sumur Tiban atau yang dikenal Pasar Kincang.

"Orangnya cenderung tertutup. Hampir tiap hari ketemu, dia kan tiap pagi mengantar istrinya. Istrinya jualan di kios itu," kata Henry sambil menunjukan kios yang disewa istri YT.

Di kios tersebut, istri YT berjualan plastik kemasan makanan dan minuman.

Henry menambahkan, beberapa bulan sebelumnya, ia sempat melihat lampu rumah milik keluarga YT di Pasar Kincang menyala pada malam hari.

Padahal, biasanya rumah yang digeledah Densus 88 Anti Teror, Sabtu (24/8/2019) sore tadi tidak berpenghuni.

"Sekitar tiga bulan terakhir ini, lampunya menyala. Tapi pintunya ditutup," imbuhnya.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved