Terungkap, Perempuan yang Tewas di Bangkalan Ternyata Dibunuh Suami dan Adik Ipar
Perempuan muda yang tewas dibacok di Bangkalan bersama dengan seorang pria lain, ternyata dibunuh suami dan adik iparnya sendiri. Ini kronologinya...
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | BANGKALAN - Rasa kangen Muzamil (30), warga Dusun Mragung Desa Sanggra Agung Kecamatan Socah, Bangkalan kepada anak semata wayangnya berujung petaka.
Bersama adiknya, Abdul Azis (19), Muzamil malah membunuh Fardida (25), warga Desa Pandan Lanjang Kecamatan Arosbaya, Selasa (6/8/2019) malam.
Perempuan itu tak lain adalah istri dan ibu dari anaknya yang masih berusia 3 tahun.
Seorang pria lain, Sainul Arif (32), warga Desa Perreng Kecamatan Burneh turut menjadi korban pembunuhan.
Abdul Azis ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Fardida dan Sainul. Sedangkan Muzamil, Polres Bangkalan menetapkannya sebagai DPO.
Beberapa jam sebelum pembunuhan itu atau sekitar pukul 16.30 WIB, motor Honda Vario 125 berwarna putih membawa Muzamil dan Abdul Azis ke rumah korban Fardida.
"Kakak (Muzamil) yang menyetir motor," ungkap Abdul Azis ketika ditanya Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan dalam siaran pers di mapolres, Kamis (8/8/2019).
Penangkapan tersangka Abdul Azis dilakukan pada Rabu (7/8/2019) pada pukul 08.00 WIB atau berselang 12 jam setelah aksi pembunuhan.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP David Manurung bersama anggota menjemput Abdul Azis di rumah orang tuanya, saat ia tengah berkumpul bersama keluarga.
Azis mengaku bertindak spontan saat menghabisi Fardida dan Sainul. Itu setelah dirinya dan Muzamil memergoki kedua korban berboncengan di atas sepeda motor Kawasaki Ninja berwarna hitam tanpa nopol.
"Boncengannya rapat. Saya emosi dan spontan," pungkas Abdul Azis dengan kepala tertunduk.
Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan menerangkan, biduk rumah tangga Muzamil dan Fardida memang di ujung tanduk.
"Pisah ranjang. Hubungan pernikahan Muzamil dan korban Farida masih proses cerai, belum putus cerai," terang Boby.
Kendati demikian, lanjutnya, Muzamil tetap berupaya menemui anaknya di rumah Fardida. Saat itu, korban Farida sedang tidak berada di rumah.
"Farida dan Sainul pergi bersama pada pukul 19.00 WIB. Sejam kemudian, keduanya diketahui telah menjadi korban pembunuhan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perempuan-muda-di-bangkalan-dibunuh-suami-dan-adik-ipar.jpg)