Berita Gresik

Kondisi Seorang Remaja di Gresik Kakinya Sakit Parah akibat Main Bola hingga Batal Lanjutkan Sekolah

Didi Reva Putranto (17) remaja lulusan Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Driyorejo, Gresik hanya bisa pasrah dengan berbaring di rumah sakit.

Kondisi Seorang Remaja di Gresik Kakinya Sakit Parah akibat Main Bola hingga Batal Lanjutkan Sekolah
SURYAOnline/Sugiyono
KERUKUNAN - Warga KBD menjenguk Didi Reva Putranto (17) yang berbaring di klinik wilayah Driyorejo, Gresik, Senin (5/8/2019). 

KERUKUNAN - Warga KBD menjenguk Didi Reva Putranto yang berbaring di klinik wilayah Driyorejo, Senin (5/8/2019).

SURYA.co.id | GRESIK - Didi Reva Putranto (17) remaja lulusan Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Driyorejo, Gresik hanya bisa pasrah dengan berbaring di rumah sakit. Sebab, kaki kanan melepuh dan membusuk akibat keseleo saat bermain sepak bola di lapangan kawasan Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik.

Awal musibah dialami Didi ketika bermain sepak bola saat menjelang magrib, kaki kanannya keseleo. Kemudian, oleh keluarga ia dibawa ke tukang pijat.

"Saat itu, awal bulan Juli, pada malam Jumat, Didi bermain sepak bola. Tiba-tiba kaki kanan keseleo dan memar, kemudiaan dipijatkan," kata Irianto (59), ayah Didi, Senin (5/8/2019).

Namun,  memarnya ternyata semakin membesar, melepuh dan bernanah, lanjut pria asal Pakis Surabaya yang sudah 14 Tahun kontrak di Jl Bhirma V/06 Blok HF Dusun Paras, Desa Mulung,  Driyorejo Gresik.

Namun, setelah dipijatkan, sakit anaknya tidak malah sembuh, tapi kaki kanan semakin lebam dan melepuh. Sehingga, mengeluarkan nanah dan menimbulkan bau tidak sedap.

"Setelah membusukan itu, saya bawa ke klinik. Kata dokter harus dioperasi memerlukan biaya sekitar Rp 5 Juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu. Sebab saya dan Ibunya tidak bekerja," kata kakek anak 8 dan 4 cucu ini.

Berobat di klinik tersebut, Irianto tidak memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan. Dia mengaku tidak punya uang untuk membayar iuran.

"Tidak punya kerjaan tetap, apa yang digunakan untuk iuran," ujarnya.

Akibat sakitnya tersebut, Didi tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Dia hanya bisa pasrah dengan merasakan sakit kakinya tidak bisa berjalan.

"Didi baru lulus MTs kemarin. Seharusnya sudah masuk SMA, tapi karena kondisi kakinya, dia tidak sekolah," imbuhnya.

Sedang forum kerukunan warga KBD dan Garda Bangsa Peduli berusaha untuk menggalang dana sosial.

"Kita akan menggalang dana dari warga masyarakat untuk kesembuhan saudara Didi. Sebab, anak tersebut juga harus mendapat pertolongan pengobatan," kata Tito, perwakilan warga KBD.

Sedangkan Ketua Garda Bangsa Peduli Sholahuddin Al Ayyubi mengatakan saat ini pihaknya menggalang dana untuk membantu meringankan beban keluarga Didi.

"Sudah saya informasikan di grup whattsapp. Sudah terkumpul ratusan ribu. Nanti segera kami salurkan agar segera berobat," tandas Sholahuddin.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved