Berita Blitar
Seperti Ini Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Krisik Kabupaten Blitar
Menurut Suwari, kegiatan semacam itu sebenarnya sudah menjadi tradisi sejak dulu di Desa Krisik.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
Rasa gotong royong dan saling membantu sesama itu sudah menjadi tradisi di Desa Krisik.
Bukan hanya soal pembangunan, tapi juga untuk kegiatan keagamaan juga.
Misalnya, ketika ada pawai ogoh-ogoh, para umat muslim yang membuatkan boneka ogoh-ogoh.
Sebagian umat muslim juga ikut menggotong ogoh-ogoh ketika pawai berlangsung.
"Sebaliknya, ketika malam takbiran Idul Fitri, ketika umat muslim melakukan pawai obor, warga umat Hindu juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas. Kami saling mengisi," katanya.
Kepala Dusun Tirtomoyo, Anang Sugianto mengatakan semua warga ikut terlibat ketika ada kerja bakti pembangunan tebing Pura.
Mulai dari jamaah masjid, musala, dan karang taruna, semua terlibat.
Biasanya, informasi soal kerja bakti disampaikan usai salat jamaah maupun usai kegiatan yasinan.
"Kalau pas ada kerja bakti seperti ini, biasanya ibu-ibu dari Fatayat maupun Muslimat juga ikut membantu konsumsi," katanya.
Hal sama dikatakan, Kasun Barurejo, Edi Santoso.
Edi berharap suasana kerukunan dalam beragaman di Desa Krisik terus terawat.
Warga terus saling hidup rukun dan bantu membantu meski berbeda-beda agama.
"Ini tradisi di Desa Krisik yang sudah turun temurun dari mbah-mbah kami dulu. Suasana seperti ini akan kami jaga dan rawat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/suasana-umat-islam-dan-umat-hindu-kerja-bakti-memindah-material-batu-untuk.jpg)