Minggu, 19 April 2026

Berita Blitar

Seperti Ini Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Krisik Kabupaten Blitar

Menurut Suwari, kegiatan semacam itu sebenarnya sudah menjadi tradisi sejak dulu di Desa Krisik.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Suasana umat Islam dan umat Hindu kerja bakti memindah material batu untuk pembangunan tebing di bawah Pura Agung Arga Sunya, Desa Krisik, Kabupaten Blitar, Sabtu (20/7/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Suasana kerukunan antar-umat beragama terpotret di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Para umat Islam dan umat Hindu bahu membahu kerja bakti membangun tebing di bawah bangunan Pura di desa itu yang longsor akhir November 2018 lalu.

Lebih dari 200 orang terlihat berbaris memanjang di areal persawahan di bawah bangunan Pura Agung Arga Sunya, Desa Krisik, Sabtu (20/7/2019) pagi.

Dengan cara estafet, mereka memindahkan material batu yang menumpuk di pinggir jalan ke bawah bangunan Pura.

Para pria baik muda dan tua itu tampak bersemangat memindahkan material batu.

Batu-batu itu secara cepat berpindah dari satu tangan warga ke tangan warga lain dan sampai di bawah bangunan Pura.

Satu dua warga lainnya terlihat memecah batu ukuran besar menjadi bagian kecil-kecil menggunakan palu.

Mereka tampak kompak dan guyub rukun di lokasi.

Ya, sejumlah warga Desa Krisik itu sedang kerja bakti memindahkan material batu untuk pembangunan tebing di bawah bangunan Pura Agung Arga Sunya yang longsor.

Warga yang bergotong royong merupakan umat Islam dan umat Hindu.

Para jamaah masjid, musala, dan yasin di empat dusun di desa itu, yakni, Krisik, Wonorejo, Barurejo, dan Tirtomoyo, dikerahkan untuk ikut kerja bakti pembangunan tebing Pura yang longsor.

Para warga muslim berbaur dengan warga Hindu dalam kerja bakti itu.

"Kerja bakti ini melibatkan semua komponen di Desa Krisik. Mulai umat Islam, Hindu, dan sebagian Kristen," kata Pengurus Pura Agung Arga Sunya, Desa Krisik, Suwari (50).

Menurut Suwari, kegiatan semacam itu sebenarnya sudah menjadi tradisi sejak dulu di Desa Krisik.

Para warga saling bahu membahu ketika ada warga lain sedang ada kerepotan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved