Berita Bisnis

Pelindo III Topping Off Proyek Tower Pertamanya di Kawasan Tanjung Perak Surabaya

Proyek gedung perkantoran milik PT Pelindo III (Persero) telah mencapai tahap akhir konstruksi.

Pelindo III Topping Off Proyek Tower Pertamanya di Kawasan Tanjung Perak Surabaya
istimewa
Pelindo III menggelar seremoni penutupan atap (topping off) pembangunan gedung Tower Poros Maritim yang dihadiri oleh (dari kiri) Kabid Penjagaan, Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Capt. Roni Fahmi, Direktur Operasi III Wika Destiawan Soewardjono, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, Wakil Kepolisian Tanjung Perak Faisol Amir, Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo, di Perak, Surabaya, Selasa (2/7). Gedung setinggi 23 lantai tersebut akan menjadi pusat perkantoran urban pertama bagi para pemangku kepentingan di kawasan Pelabuhan Tanjung Pera 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proyek gedung perkantoran milik PT Pelindo III (Persero) telah mencapai tahap akhir konstruksi.

Ditandai dengan topping off ceremony atau upacara penutupan atap lantai tertinggi yang digelar Selasa (2/7/2019) di proyek yang berada di kawasan Perak Timur, tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung, menyatakan bila gedung yang sebelumnya disebut Pelindo Place ini berganti nama menjadi Poros Maritim Tower.

"Ganti nama, agar bisa dimanfaatkan oleh semua stake holder yang ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak ini. Meski untuk enam lantai akan dimanfaatkan sebagai kantor pusat Pelindo III," jelas Doso usai melakukan prosesi di lantai 24.

Gedung perkantoran 24 lantai tersebut, dikelola PT Pelindo Properti Indonesia (PPI), anak perusahaan Pelindo III.

Selain enam lantai dimanfaatkan internal, sisanya akan disewakan.

Saat ini, sudah ada perusahan yang siap masuk di gedung bila sudah selesai yang ditarget Mei 2020.

"Sudah ada yang siap masuk. Di antaranya perbankan dan stake holder terkait pelayanan di pelabuhan, seperti bea cukai dan lainnya. Hal itulah yang membuat namanya berganti menjadi tower Poros Maritim, dengan harapan bangunan ini bisa meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," ungkap Doso.

Gedung yang dibangun oleh PT Wijaya Karya atau Wika (Persero) tersebut, pada penyelesaian kontruksi bangunan yang akan menjadi tertinggi di kawasan Surabaya Utara itu sempat tidak sesuai target.

Dari pengerjaan minggu ke-59 yang diharapkan selesai 43,25 persen, namun hanya mampu direalisasikan 40,97 persen.

Selain itu, pengerjaan keramik yang seharusnya sudah dalam tahap lantai 8, namun saat ini masih dalam proses lantai dasar.

"Keterlambatan awal hanya pada sisi struktur pondasi dan penyelesaian gedung parkir, seperti pemasangan platform. Namun, setelah ini pastinya lebih cepat apalagi setelah 'topping off'," ungkap Doso.

Gedung dengan nilai investasi Rp 400 miliar tersebut memiliki luas bangunan 63.365 meter persegi yang terbagi menjadi 24 lantai dan dibangun di atas lahan seluas 11.124 meter persegi.

Fasilitas yang disiapkan antara lain jaringan Informasi Teknologi (IT) yang handal dan modern, fasilitas keamanan 24 jam dan teknologi informasi yang bisa langsung diakses di semua terminal, serta memiliki jaringan Bea Cukai, ditambah sejumlah kafe dan restoran.

Kapasitas gedung parkir juga disiapkan dengan total mencapai 300 unit mobil.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved