Citizen Reporter

Pedagang Kerupuk Ikan Berharap Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Tak Setengah-setengah

Coba jelaskan Mas & Mbaknya KKN nya mau ngapain toh? Aku mau dibantu gimana? Dulu sering ada mahasiswa KKN di sini lho,Mas tapi akhirnya aku ditinggal

Pedagang Kerupuk Ikan Berharap Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Tak Setengah-setengah
ist/citizen reporter
Mahasiswa UKDC Surabaya saat bertemu dengan produsen dan pedagang kerupuk ikan di Kenjeran, Surabaya. 

SURYA.co.id | Hj. Nurul yang akrab dipanggil Bu Nurul di kampungnya adalah seorang lulusan filsafat agama dari salah satu Universitas terkemuka di Surabaya.

Dia lebih memilih menjadi seorang wirausaha ketimbang bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya sewaktu kuliah.

Meskipun banyak cibiran dan dipandang sebelah mata oleh anggota keluarganya, Nurul merupakan orang yang tetap teguh untuk berdagang dan memproduksi kerupuk ikan di daerah Kenjeran, Surabaya, karena yang dia pelajari semasa menjadi mahasiswi adalah bahwa seorang sarjana harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Nurul adalah pedagang kerupuk ikan yang sangat senang apabila bertemu dengan mahasiswa-mahasiswi dengan membawa embel-embel akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang biasanya dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Bermodal sebuah kenangan semasa duduk di bangku perkuliahan, dia menjawab segala pertanyaan dalam sesi survey & wawancara mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya.

“Pasti mau KKN ya mas? Saya dulu juga mahasiswi kok, jadi tahu rasanya pengabdian masyarakat sambil ngumpulin data,” katanya.

Sama seperti pedagang kerupuk ikan lain di daerah pesisir pantai Kenjeran, Nurul juga menjual banyak macam kerupuk ikan. Bedanya dari kebanyakan, dia sangat mengutamakan rasa dan higienitas produk. 

Bagi Nurul, rasa dan kebersihan produknya merupakan sebuah kunci utama dalam menarik minat pelanggan.

Dia menceritakan, tempat tinggalnya kerap dijadikan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sayangnya, banyak kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak tuntas dikerjakan. 

“Coba jelaskan Mas dan Mbaknya KKN-nya mau ngapain toh? Aku mau dibantu gimana? Dulu sering ada mahasiswa KKN di sini lho,Mas tapi akhirnya aku ditinggal gitu aja," tanyanya. 

Mungkin hal tersebut menggambarkan perasaan & kekecewaan Bu Nurul sebagai narasumber kegiatan KKN dari mahasiswa Universitas lain dikarenakan pada saat masa KKN selesai, dia merasa Ia hanya dibantu denngan setengah hati dan tidak tuntas.

“Kali ini pasti saya dibantu sampai tuntas kan,Mas? Saya trauma soalnya Mas,” pungkasnya.

Penulis : Jonathan Acel Fabianrico, mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved