Melawan Stigma Terhadap Kusta
Warnoto dan Hanifah : Cinta Bersemi Karena Kusta
Warnoto & Hanifah adalah secuil kisah kecil dari romansa kehidupan orang-orang yang terpapar kusta. Kusta pulalah yang membuat mereka bertemu.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Eben Haezer Panca
dr Udeng Daman, Technical Advisor NLR (until No Leprosy Remains) Indonesia, mengatakan bahwa stigma negatif terhadap orang yang terpapar kusta sudah berlangsung sejak lama.
Bahkan katanya, kisah-kisah dari berbagai agama, menceritakan ada penderita kusta yang dikucilkan. Ironisnya, praktik diskriminasi semacam itu masih berlangsung hingga kini.
“Ibaratnya, mereka yang kena kusta itu sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah sakit, tapi masih didiskriminasi. Sudah fisiknya difabel, tapi sama masyarakat, hak-hak sosialnya juga dibuat difabel,” katanya.
Dia menjelaskan, di Indonesia diperkirakan ada 15.000 pengidap kusta. Dari angka itu, sekitar 3 ribu orang ada di Jawa Timur. Di antaranya Sumenep, Pamekasan, Sampang, serta sejumlah daerah di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa dan kawasan Tapal Kuda.
“Di Jawa Timur memang sudah ada eliminasi. Tapi kita nggak boleh puas. Targetnya adalah zero kusta,” lanjutnya.
Udeng mengakui, stigma dan pandangan yang salah di masyarakat terhadap kusta menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai target tersebut.
“Karena takut kena stigma, mereka yang terkena kusta malu, tidak berani berobat, lalu sembunyi. Begitu sudah cacat, baru muncul. Inilah yang menyulitkan proses eliminasi itu,” keluhnya.
Udeng menjelaskan, kusta bukanlah penyakit karena dosa atau kutukan. Selain itu dia juga menegaskan bahwa kusta bisa diobati. Dan bagi mereka yang sudah diobati, tidak akan menularkan penyakit itu ke orang lain.
“Jadi jangan takut bersalaman atau bersentuhan dengan orang yang sudah diobati kustanya. Lagipula, kusta tidak menular semudah itu. Berdasarkan data, 100 orang yang berpotensi tertular, 95 persen dinyatakan kebal, lalu sisanya sakit. Dari yang 5 orang yang tertular itu, tiga di antaranya juga dinyatakan sembuh,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cinta-bersemi-karena-kusta.jpg)