Sambang Kampung RT 10 RW 02 Kutisari

Tak Ada Lagi Lahan Kosong, Warga Beralih Kembangkan Tanaman Hidroponik

Tak ada lagi lahan kosong, warga RT 10 RW 02 Kutisari beralih kembangkan tanaman hidroponik.

Tak Ada Lagi Lahan Kosong, Warga Beralih Kembangkan Tanaman Hidroponik
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ibu-ibu warga RT 10 RW 02 Kutisari beralih ke tanaman hidroponik semenjak tidak ada lagi lahan kosong untuk bertanam. 

SURYA.CO.ID - Menengok kampung di jalan Kutisari Utara V terlihat banyaknya bangunan yang telah dijadikan kos-kosan. Mulai dari kos sederhana hingga kos eksklusif yang baru saja di bangun di bagian pojok kampung.

Bangunan kos-kosan ini awalnya merupakan lahan kosong yang dikelola menjadi kebun bagi warga RT 10 RW 2 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya. Mulai dari rumah Jamur, ternak cacing, taman herbal hingga gudang bank sampah dipusatkan di lahan kosong tersebut.

Sayangnya sekitar tahun 2016, pemilik lahan mulai membangun bangunan baru dan hasil pemberdayaan lingkungan yang dilakukan warga terpaksa harus dihancurkan.

VIDEO FAKTA Terbaru Audrey Siswi SMP Disiksa 12 Siswi SMA, Organ Intim Dilukai, 4 Artis Bersuara

Miharso, Ketua RT 10 RW 2 mengungkapkan warga dan pengurus RT mulai kehilangan semangat memulai kembali kegiatan lingkungan di kampungnya.

"Tapi kemudian kami dapat hibah set alat hidroponik, karena selama ini kami sering menang lomba akhirnya kami dipercayakan hibah itu,"urainya.

Dari hasil hibah tersebut, ibu-ibu PKK mulai kembali meminjam lahan kosong yang tersisa. Mereka mulai mempelajari penanaman hidroponik dan membangun kebun hidroponik terbuka yang dinamakan Kebun Hidroponik Cempedak.

Detik-detik Pasutri di Malang Bunuh Diri, Tinggal Bersama Cucu, Ditemukan Berhadapan & Bersandar

Usia 4 Tahun, Berat Badan Bocah di Mojokerto hanya 5,5 Kg, Ibunya Meninggal sejak Fajar 17 Bulan

Rafathar Dijodohkan dengan Gempita Putri Gading Marten, Raffi Ahmad Malah Pilih Artis ini Jadi Besan

Emas & Perak Langka di Gunung Tembaga Papua Bikin Freeport Girang dan Penyebab Soekarno Lengser

Secara bergantian warga merawat kebun hidroponik tersebut. Dengan dana bantuan dari RT warga bisa mengolah kebun tanpa memikirkan operasional listrik dan air.

"Yang mengelola ibu-ibu, yang jualan juga ibu-ibu. Makanya laris sampai harus pesan sebelum panen kalau mau kebagian," ujarnya.

Erwin Agustina (40), pengelola Kebun Hidroponik Cempedak mengungkapkan secara otodidak ia dan sejumlah ibu PKK dan suaminya mengolah lahan tersebut. Mulai dari pembibitan hingga mengatur pot hidroponik agar bisa hemat pompa.

"Awalnya sistem hidroponiknya butuh banyak pompa, kami pelajari dan bongkar sekarang butuh satu pompa,"lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved