Breaking News:

Traveling

Melihat Cara Membuat Karet dari Pabrik Berusia 100 Tahun di Jember

Produksi karet di Pabrik Karet Glantangan di Jember kini juga menjadi jujugan wisatawan. Penasaran dengan cara membuat karet? datang saja ke sini.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sejumlah pekerja bekerja membuat karet di pabrik Pengolahan Karet Glantangan di Kebun Glantangan PTPN XI Kecamatan Tempurejo, Jember. 

Setelah beku, karet berubah bentuk menjadi lembaran lentur berwarna putih. Setelahnya, lembaran lateks itu dimasukkan ke penggilingan untuk pemerasan air di dalam kandungan lateks tersebut. Penggilingan juga untuk membentuk lembaran lateks sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

Setelahnya, lembaran lateks itu dibawa ke ruang pengasapan. Pengasapan dilakukan selama enam hari sampai lembaran lateks berwarna kuning kecoklatan. Terakhir, lembaran lateks dibawa ke ruang sortir. Penyortiran harus dilakukan untuk memilah masing-masing kualitas, juga memastikan tidak ada kotoran di dalam setiap lembaran lateks.

"Tidak ada kotoran, juga tidak ada kecacatan. Semuanya harus diteliti satu per satu, sebelum dikemas dalam tiga jenis kemasan," kata Munasid.

setelah pengemasan selesai, barulah lembaran lateks itu dikirimkan ke gudang transit milik PTPN XII di Kecamatan Tanggul. Lembaran-lembaran karet dari Jember itu dijual ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan India.

Per hari pabrik itu mengolah getah karet menjadi 6 ton lembaran karet. Lembaran karet yang keluar dari pabrik itu juga berkualitas baik karena sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan RI.

Berwisata ke pabrik pengolahan karet itu, tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan karet, tetapi juga bisa menyaksikan bangunan heritage pabrik itu sendiri.

"Pabrik ini heritage karena dibangun tahun 1919, ya era Belanda. Sebagian besar bangunan pabrik masih asli, tidak ada yang kami rombak. Material bangunan berbahan kayu. Berarti usianya 100 tahun ya," kata Munasid yang mendadak harus menjadi guide hari itu sambil tertawa.

Bangunan-bangunan besar berdinding balok kayu masih berdiri. Lantai kayu di sebuah bangunan panggung di kompleks pabrik itu juga masih terjaga.

Karena itulah, PTPN XII bekerjasama dengan Tamasya Bus Kota menjadikan pabrik itu sebagai salah satu lokasi wisata heritage perkebunan di Jember.

"Memang untuk kunjungan wisatawan baru sekarang ini, biasanya hanya untuk kegiatan pendidikan seperti penelitian dan magang, juga buyer yang survei kesini," imbuh Munasid.

Seiring dibukanya pabrik itu untuk wisatawan, beberapa kali rombongan wisatawan datang ke pabrik tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved