Liputan Khusus
Khofifah Ingin Kali Brantas Steril Dari Popok Bayi dan Jadi Obyek Wisata
Khofifah Indar Parawansa ingin Kali Brantas di Jatim benar-benar bebas dari sampah sehingga bisa menjadi lokasi wisata.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eben Haezer Panca
Sementara itu, pemasangan tujuh kamera CCTV di Jembatan Baru Karangpilang memantik instansi lain untuk turut mengikutinya. Perum Jasa Tirta 1 berencana memasang kamera yang sama di Jembatan Lama Karangpilang , yang juga menjadi tempat favorit orang membuang sampah ke sungai.
Rencananya, dua buah CCTV akan dipasang pekan ini. Masing-masing kamera untuk memantau arah berlawanan. Jumlah kamera ini memang tak sebanyak yang dipasang di jembatan baru. Namun, keberadaannya diharapkan juga akan membantu untuk mengurungkan niat warga melempar sampah dari atas jembatan ke sungai.
“Kalau bisa dikoneksikan, nanti jadi satu sistem dengan yang di Pemprov Jatim. Jadi penanggulangannya bisa selaras dengan program gubernur,” kata Didik Ardianto, Kepala Sub Divisi Jasa Asa WS Brantas II/2 Perum Jasa Tirta 1.
Didik menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan perusahaan penyedia jasa pemasangan kamera pengawas untuk rencana itu. Sebenarnya, Perum Jasa Tirta I juga sudah memasang beberapa kamera pengawas di jembatan lain, yaitu di Jembatan Rolak Gunungsari. Lokasi jembatan ini dekat dengan kantor perum Perum Jasa Tirta I.
Setidaknya, layar komputer di lantai dua kantor itu bisa memantau empat kamera pengawas yang terpasang. Tapi memang, tujuan memasang CCTV itu berbeda dengan rencana pemprov yang ingin memviralkan video pembuang sampah untuk memberi efek jera.
Cara lain yang juga efektif untuk mencegah orang membuang sampah ke sungai adalah dengan memasang ram-raman besi di samping kanan-kiri jembatan. Jembatan Rolak Gunung sari merupakan salah satu yang menggunakan ram-raman.
Beberapa jembatan di Kota Malang yang dilalui Sungai Brantas, kata Didik, juga memiliki fasilitas yang sama.
“Jadi sebenarnya kalau kaitannya (Sungai Bratas) dengan limbah, sangat kompleks. Sungai Brantas 320 kilometer. Di Kali Surabaya saja, dari Pintu Air Mlirip di Mojokerto sampai Pintu Air Jagir panjangnya 42 kilometer,” jelas Didik. (fla/iit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gubernur-khofifah-temukan-popok.jpg)