Senin, 8 Juni 2026

Berita Bangkalan

'Kami Rindu Perseba di Stadion Gelora Bangkalan'

Sepakbola tidak bisa dimulai dengan cara instan atau langsung jadi. Harus diawali dari usia anak dengan pembibitan berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad faisol
Wakil Bupati Bangkalan Mohni (kiri) bersama Mantan punggawa sekaligus Kapten Tim Perseba Bangkalan Suratman Herianto (kanan) dalam Saresahan Membangun Sepakbola Bangkalan Menjadi Lebih Baik di Pendapa Agung, Minggu (9/12/2018). 

Sebelum menggeluti sekolah sepakbola usia dini, Imam yang juga Dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) itu melakukan studi banding terkait pengelolaan akademi sepakbola usia dini di Stanford University USA pada 2011.

Setahun berikutnya, Imam dipercaya sebagai penanggung jawab Real Madrid Academy di Sidoarjo.

Pada tahun 2013, ia datangi markas klub sepakbola Inggris Arsenal untuk mempelajari Arsenal Academy dan dilanjutkan ke Fandi Ahmad Academy di Singapura.

Ia bahkan diundang otoritas sepakbola Thailand sebagai keynote speaker di Chiang Mai Academy, Buntonom Academy, dan Anuzon Academy di tahun 2013.

"Di negara-negara itu, juara festival sepakbola usia anak tidak dihitung, bukan atensi utama. Di sini juara dan juara yang dibicarakan. Akhirnya pencurian umur terjadi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Bangkalan Sa'ad Asjari mengemukakan, ketika pemkab membangun stadion berstandar nasional, masyarakat Bangkalan diselimuti perasaan rindu masa kejayaan Perseba.

"Banyak bentangan poster 'Kami Rindu Perseba' beberapa tahun yang lalu di pinggir jalan protokol. Kini Perseba masih terseok-seok," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya membangkitkan kembali masa keemasan Perseba Bangkalan harus diawali dengan pembinaan usia dini karena sepakbola tidak serta merta berprestasi.

"Ini tugas bersama. Kami ada agenda kompetesi sesuai kelompok umur dari beberapa kecamatan. Semoga ini menjadi embrio kebangkitan sepakbola Bangkalan," jelasnya.

Ia menambahkan, saresehan ini merupakan tindak lanjut dari beragam kritikan konstruktif, masukan, dan letupan pikiran masyarakat atas prestasi olahraga di Bangkalan khususnya sepakbola.

"Terilhami dari BSA yang kini sudah memiliki lebih dari 60 siswa,
Dispora Bangkalan berencana mendirikan sekolah catur dan tenis meja mulai usia 10 tahun," pungkasnya.

Sekedar diketahui, prestasi Kabupaten Bangkalan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2015 di Banyuwangi sangat memprihatinkan.

Bangkalan berada di dasar klasemen dengan perolehan 0 medali emas, 1 Perak, dan 2 perunggu.

Bangkalan harus mengakui keunggulan tiga kabupaten lainnya di Madura. Kabupaten Sumenep berada di urutan 32 dengan perolehan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Kabupaten Sampang di urutan 27 dengan perolehan 5 medali emas, 1 perak, dan 5 medali perunggu.

Sedangkan Kabupaten Pamekasan berada di urutan 18 dengan perolehan 6 medali emas, 3 perak, dan 9 perunggu.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved