Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Bangkalan

'Kami Rindu Perseba di Stadion Gelora Bangkalan'

Sepakbola tidak bisa dimulai dengan cara instan atau langsung jadi. Harus diawali dari usia anak dengan pembibitan berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad faisol
Wakil Bupati Bangkalan Mohni (kiri) bersama Mantan punggawa sekaligus Kapten Tim Perseba Bangkalan Suratman Herianto (kanan) dalam Saresahan Membangun Sepakbola Bangkalan Menjadi Lebih Baik di Pendapa Agung, Minggu (9/12/2018). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Keberadaan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dengan rumput Zoysia Japonica menjadi salah satu ikon Kota Bangkalan sejak diresmikan Mantan Bupati RKH Fuad Amin pada 18 Nopember 2012 silam.

Klub-klub papan atas Indonesia berdatangan ketika melakoni laga tandang menghadapi Madura United. Klub di Madura asal Kabupaten Pamekasan.

Kualitas mentereng rumput stadion berkapasitas 15 ribu penonton itu dijadikan venue laga uji coba Tim Pra PON Jatim (Perseba Bangkalan) melawan Timnas U-19 bersama Coach Indra Sjahfri pada Februari 2014

Namun, eksistensi sepak bola di Bangkalan tak sehijau rumputnya. SGB hanya sebatas lapangan sepakbola komersil.

Tim kebanggan masyarakat Bangkalan, Perseba yang pernah berlaga di Divisi Utama pada era 1970 an, saat ini masih berkutat di Liga 3 Indonesia.

"Kapan warga Bangkalan bisa bermain di situ? Kita tonton di stadion milik sendiri," ungkap Wakil Bupati Bangkalan Mohni ketika membuka Saresahan 'Membangun Sepakbola Bangkalan Menjadi Lebih Baik' di Pendapa Agung, Minggu (9/12/2018).

Mohni mengerti betul proses panjang pembangunan SGB.

Kala itu, ia menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan.

Ia menjelaskan, Pemkab Bangkalan saat itu menggelontorkan anggaran pembiayaan rumput senilai Rp 1 miliar dan lampu stadion senilai Rp 9 miliar.

"SGB adalah stadion ketiga di Indonesia yang menggunakan rumput itu. Kalau tidak bisa dinikmati kita akan dinikmati klub lain," jelasnya.

Sarasehan tersebut digelar Dinas Pemuda dan Olahrag (Dispora) Kabupaten Bangkalan bersama Bangkalan Soccer Academy (BSA).

Selain unsur Forpimda, asisten pemerintahan, dan sejumlah kepala OPD, hadir pula puluhan pegiat sepakbola Bangkalan.

Mohni mengatakan, sarasehan tersebut menunjukkan masyarakat dan tokoh olahraga khususnya makin meningkat untuk meningkatkan prestasi sepakbola Bangkalan.

"Pemerintah mendukung penuh segala upaya guna memajukan sepakbola di Bangkalan. Kita rindu kejayaan Perseba di tahun '70 an," pungkasnya.

Mantan punggawa sekaligus Kapten Tim Perseba Bangkalan Suratman Herianto (67) yang hadir dalam sarasehan tersebut menceritakan, perjalanan Perseba mulai dari Divisi II, I, hingga Divisi Utama membuat seluruh mata tertuju pada Bangkalan selama periode 1975-1980.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved