Minggu, 7 Juni 2026

Berita Bangkalan

'Kami Rindu Perseba di Stadion Gelora Bangkalan'

Sepakbola tidak bisa dimulai dengan cara instan atau langsung jadi. Harus diawali dari usia anak dengan pembibitan berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad faisol
Wakil Bupati Bangkalan Mohni (kiri) bersama Mantan punggawa sekaligus Kapten Tim Perseba Bangkalan Suratman Herianto (kanan) dalam Saresahan Membangun Sepakbola Bangkalan Menjadi Lebih Baik di Pendapa Agung, Minggu (9/12/2018). 

"Di luar dugaan, kami hadir sebagai kekuatan baru di Jatim. Tim kuat kala itu Persebaya dan Persema (Malang). Persema kami gilas 2-0," kenang gelandang bertahan ini kepada SURYA.co.id.

Kala itu, lanjut pria yang akrab disapa Yayak itu, semua pemain terbaik di Madura disatukan di Perseba dengan kombinasi para pemain dari Pulau Jawa.

Pria kelahiran Jember itu menuturkan, prestasi Perseba Bangkalan mulai menurun seiring pergantian Bupati Bangkalan, Jacky Sudjaki (1971-1982).

Selama dua periode itu, lanjut Yayak, Bupati Sudjaki turut andil dalam mencari pemain, membentuk tim, hingga mengangkat Coach Misbah asal Surabaya.

"Ada faktor kebijakan pemerintah saat itu. Ketika Perseba berlaga di Divisi Utama, performa kami mulai menurun seiring berakhirnya masa bhakti Bupati Sudjaki," tuturnya.

Ia menambahkan, terbentuknya akademi sepakbola usia dini, BSA yang baru berjalan empat bulan telah meletupkan kembali gairah persepakbolaan di Bangkalan.

Menurutnya sepakbola tidak bisa dimulai dengan cara instan atau langsung jadi. Harus diawali dari usia anak dengan pembibitan berkelanjutan.

"Lihat saja saat latihan, anak-anak seusia itu sudah bagus dan sudah kelihatan cara bermainnya," pungkas Yayak yang kini tetap menjaga kebugaran melalui bersepeda dan tenis lapangan.

Pemateri sarasehan sekaligus pendiri BSA Imam Syafii mengatakan, permasalah akut pada pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia adalah pencurian umur.

"Karena apa? Targetnya adalah juara, juara, dan juara. Padahal filosofi dari pembinaan sepakbola usia dini adalah 'fun'. Usia anak belum saatnya dibebani menang dan juara," ungkap Magister Kesehatan dan Doktor di bidang olahraga itu.

Sebelum mendirikan BSA, pria kelahiran Desa Jaddih Kecamatan Socah itu telah mendirikan Indonesia Soccer Academy (ISA) di Sidoarjo, Mataram Soccer Academy (MSA), dan Lamongan Soccer Academy.

Dalam kurun waktu sekitar 5 tahun, MSA telah menelurkan dua pemain Timnas U-15 Pelajar.

Keduanya adalah I Putu Krisna Saputra dan Marcel Januar Putra. Mereka kini dikontrak Bali United.

Sedangkan ISA yang dibentuk pada 2012 di Sidoarjo, mampu menjadi barometer akademi sepakbola di Indonesia karena sukses menelurkan banyak pemain Timnas U-15.

Di antaranya Imam Fauzi, Januarius Wameka (dikontrak Barito Putra Liga 1), dan Brilian Aldama.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved