Senin, 18 Mei 2026

Berita Bisnis

Perkuat Modal Kerja, Garudafood Lakukan IPO. Harga Perdana Rp 1.284 per Saham

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/10).

Tayang:
ist
Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Sudhamek Agoeng Soenjoto (tengah) bersama Direktur Utama Hardianto Atmadja (ketiga kanan), Direktur Fransiskus Johny (kedua kanan), Direktur Independen Rudy Brigianto (kanan), Direktur Johannes Setiadharma (ketiga kiri) disaksikan oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia Laksono Widio Widodo (kedua kiri), menekan layar sentuh pembukaan perdagangan saham perdana PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/10/2018). 

Lebih jauh, selama periode penawaran umum yang dilaksanakan 2-4 Oktober 2018, pemesanan saham Garudafood tercatat mengalami kelebihan permintaan hingga enam kali dari total saham yang ditawarkan.

Menurut Director Head of Investment Banking PT Indo Premier Sekuritas, Rayendra L. Tobing, hal tersebut mengindikasikan kepercayaan publik yang besar terhadap kinerja Garudafood dan prospek usaha ke depannya.

"Saham Garudafood diharapkan akan menjadi satu di antara saham konsumer pilihan yang menarik untuk berinvestasi," katanya melalui keterangan resminya, Rabu (10/10/2018).

Dia mengatakan, secara industri, prospek bisnis makanan dan minuman di Indonesia sangat potensial seiring pertumbuhan populasi dan daya beli penduduk kelas menengah di Indonesia.

Nielsen, perusahaan riset global, mencatat pada kuartal I 2018, kuantitas pasar makanan ringan (snack) di Indonesia tumbuh 8 persen, sedangkan khusus untuk pasar biskuit tumbuh sebesar 5 persen.

"Industri makanan dan minuman diproyeksi masih menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional ke depannya," tuturnya.

Kementerian Perindustrian mencatat sumbangan industri makanan dan minuman kepada PDB industri non-migas mencapai 34,95 persen pada triwulan III tahun 2017.

Hasil kinerja ini menjadikan sektor tersebut kontributor PDB industri terbesar dibanding subsektor lainnya.

Direktur dan Corporate Secretary Garudafood, Paulus Tedjosutikno menambahkan, pihaknya berharap kinerja positif Garudafood akan memberikan nilai tambah bagi investor dan stakeholders.

"Garudafood akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan tetap mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik agar dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh stakeholders," ujarnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved