Berita Pasuruan
Ini Kata Pakde Karwo Terkait OTT KPK di Kota Pasuruan
Gubernur jatim, Soekarwo menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Pasuruan.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id | KLOJEN - Gubernur jatim, Soekarwo menanggapi operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Pasuruan.
Di Kota Pasuruan, KPK menyegel ruangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ruang staf ahli, hingga ruang Dinas Wali Kota Pasuruan.
Baca: Sebelum Menghilang Wali Kota Pasuruan Setiyono Pamit Dinas Luar Kota ke Wawali
Baca: KPK Amankan Enam Orang di Pasuruan, Ini Penjelasan Febri Diansyah
Menurut Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo ini, OTT KPK sebagai upaya untuk membersihkan birokrasi di pemerintahan.
"Saya rasa, ini kinerja yang bagus. Dengan begini yang sudah melakukan pelanggaran yang sebelumnya tidak ketahuan, akhirnya ketahuan," kata Pakde Karwo usai menghadiri rapat paripurna pemaparan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Kamis (4/10/2018).
Baca: Di Kota Pasuruan, KPK Juga Segel Ruangan Wali Kota Setiyono dan Tiga Ruangan Ini
Pakde Karwo menambahkan, permasalahan utama dalam pencegahan korupsi adalah dengan memperbaiki integritas.
"Apa yang terjadi di Kota Malang dan kota lainya itu sebenarnya hanya permasalahan integritas," ujarnya.
"Ini yang seharusnya terus diupayakan untuk ditingkatkan lagi. Sebab, kalau pelayanan publik maupun pungli terhadap masyarakat itu sekarang sudah relatif tidak ada," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/soekawo-gubernur-jatim_20180910_134508.jpg)