Berita Pasuruan

Di Kota Pasuruan, KPK Juga Segel Ruangan Wali Kota Setiyono dan Tiga Ruangan Ini

Di Kota Pasuruan, KPK juga segel ruangan Wali Kota Setiyono dan tiag ruangan lainnya.

Di Kota Pasuruan, KPK Juga Segel Ruangan Wali Kota Setiyono dan Tiga Ruangan Ini
surya/galih lintartika
Salah satu ruangan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pasuruan yang disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/10/2018) pagi. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Tak cuma ruang layanan bagian pengadaan kantor Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Pasuruan yang mendadak disegel KPK, Kamis (4/10/2018) pagi.

Ada tiga ruangan lain di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pasuruan disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/10/2018) pagi.

Satu dari keempat ruangan yang disegel KPK itu adalah ruang dinas Wali Kota Pasuruan Setiyono.

Salah satu ruangan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pasuruan disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/10/2018) pagi.
Salah satu ruangan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pasuruan disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/10/2018) pagi. (surya/galih lintartika)

Sedangkan dua ruangan lain adalah ruang staf ahli bidang hukum dan politik dan ULP.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan siapa saja yang diamankan KPK dan terkait kasus apa.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Segel Ruang Layanan Bagian Pengadaan Dinas PUPR Kota Pasuruan

Baca: Pecatan PNS di Blitar Ini Pernah Dibui 4 Tahun, Bebas, Kembali Lakukan Hal Terlarang Ini

Baca: Kenal Cewek di Facebook, Pria Sidoarjo Mulai Beraksi, Merayu dan Membujuknya untuk Lakukan Ini

Sebelumnya, ruang layanan bagian pengadaan kantor Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Pasuruan mendadak disegel KPK, Kamis (4/10/2018) pagi.

Informasi yang didapatkan, Kepala Dinas PUPR Dwi Fitri Nur Cahyo diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT), namun belum ada kepastian hingga saat ini.

Yang jelas, ruangan ini disegel dengan cap milik KPK.

Kepala Dinas PUPR dikabarkan dibawa anggota KPK naik mobil dan meninggalkan kantornya.

"Tadi pagi datang sekira pukul 06.30 wib, dia datang bersama empat orang pakaian hitam. Saya juga tidak kenal," kata salah satu petugas kebersihan.

Selanjutnya, kata dia, empat orang itu menyegel ruangan dan kepala diminta untuk tanda tangan sebuah kertas.

"Saya tidak tahu kelanjutannya," tambahnya.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo mengaku belum menerima informasi pasti terkait kabar itu.

Namun, ia tidak menyangkal sudah mendengar kabar itu. Kebenarannya masih belum pasti.

"Ini masih mau video conference, belum tahu benar apa tidaknya," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved