Sosok Pimpinan ISIS Paling Sadis, Pernah Bakar Tawanan Hidup-hidup dalam Sangkar

Kekuatan ISIS terus melemah, kehilangan lebih dari 10.000 anggota akibat serangan udara AS selama 9 bulan.

Editor: Tri Mulyono
ARRAHMAH NEWS
Pilot Yordania, Muath al-Kasasbeh, dibakar hidup-hidup oleh ISIS. 

Dan Dinas Keamanan Yordania percaya bahwa Saddam al-Jamal adalah dalang dari pembunuhan brutal terhadap pilot jatuh Muath al-Kasasbeh pada tahun 2015.

Dilansir dari dailymail.co.uk, Al-Kasasbeh adalah pilot Angkatan Udara Kerajaan Yordania yang ditembak jatuh di Raqqa, Suriah, pada bulan Desember 2014.

Beberapa minggu kemudian, ISIS merilis video online yang menunjukkan bahwa pria 26 tahun tersebut dibakar hidup-hidup dalam sangkar.

Tentu saja video mengerikan itu mengejutkan dunia.

Diketahui, Al-Jamal telah dituduh melakukan serangkaian kekejaman, termasuk terlibat dalam pembantaian di provinsi Suriah Deir Ezzor pada tahun 2014 yang menewaskan 700 anggota suku yang bangkit melawan ISIS.

Baca: VIDEO - Ini Nama-nama Terduga Teroris yang Ditangkap dan Ditembak Mati di Jawa Timur

Baca: Penangkapan Teroris Jatim Makin Ungkap Hal Mengejutkan: Ada Ruang Khusus Untuk Kegiatan Misterius

Dia sebelumnya adalah seorang komandan di Tentara Pembebasan Suriah dan kemudian pemimpin kelompok Islamis 'moderat' yang bersekutu Barat yang disebut Ahfab al-Rasoul.

Bahkan Al-Jamal dikatakan telah memerintahkan untuk mengeksekusi anak-anak, terkadang di depan orangtua mereka.

Pada tahun 2014, pejabat Irak mengklaim bahwa Al-Jamal telah membunuh seluruh keluarga setelah orangtua mereka mencegah putrinya menikahi dia.

Selain Al-Jamal, tiga pemimpin ISIS yang berhasil ditangkap adalah Syiria Mohamed al-Qadeer dan dua warga Irak, Omar al-Karbouli dan Essam al-Zawbai, ketiganya merupakan pemimpin lapangan.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan teror bom di 3 gereja dan Mapolrestabes Surabaya ada kaitannyya dengan ISIS.

"Teror bom merupakan aksi yang diminta ISIS yang saat ini terdesak. Tak hanya Indonesia, beberapa negara juga telah terjadi pemboman," ungkap Tito di Polda Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Seorang mantan simpatisan ISIS asal Indonesia mengungkapkan pengalamannya saat dirinya bergabung dengan ISIS.

Ia juga menggambarkan bagaimana kehidupan di Suriah.

Baca: Sebelum Terjadi Peledakan Bom di Surabaya, Anggota ISIS Sempat Unggah Video Pengakuan Ini

Dikutip dari Kompas.com (grup Surya.co.id) dan beberapa sumber lainnya, berikut beberapa pengakuannya.

1. Rayuan yang menggiurkan

NKD  (19) salah satu dari 18 mantan simpatisan kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS yang kembali dari Suriah ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2017 lalu.
NKD (19) salah satu dari 18 mantan simpatisan kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS yang kembali dari Suriah ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2017 lalu. (YouTube Kompas TV)
Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved