Hari Perempuan Internasional - Ada 8 Perempuan Hebat di Dunia, Mulai Sri Mulyani hingga Mao Hengfeng
Pada tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Bahkan, perempuan juga dihukum 10 kali cambukan karena menyetir mobil.
Wajeha adalah aktivis perempuan Saudi pertama yang memposting dirinya sedang menyetir mobil di Arab.
Sejak saat itulah kampanye untuk mengizinkan perempuan mengemudi menjadi sebuah gerakan perempuan.
7. Mao Hengfeng

Perempuan China ini tak kapok dan putus asa untuk memperjuangkan hak perempuan sekalipun sudah disiksa dan ditahan oleh rezim China.
Kebrutalan rezim China ini tak menghalanginya membantu orang-orang yang diusir dari rumah mereka dan juga memperjuangkan hak perempuan untuk tidak dipaksa melakukan aborsi.
Baca: Berada di ATM, Pria Sidoarjo Ini Bukannya Mengambil Uang, Malah Lakukan Perbuatan Ini
8. Sri Mulyani

Khusus di Indonesia, bolehlah kita memasukkan nama Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai perempuan yang bisa memberikan inspirasi.
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 55 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.
Dia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalahGlobe Asia bulan Oktober 2007.
Sri Mulyani Indrawati mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, 11 Februari 2018 lalu.