Lapor Cak
Gara-gara ini, Warga Bulak Kalitinjang minta Walikota Risma Kunjungi Kampungnya
Belasan tahun warga di Bulak Kalitinjang RT 05 RW 06, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, tak tersentuh Pembangunan.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Belasan tahun warga di Bulak Kalitinjang RT 05 RW 06, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, tak tersentuh Pembangunan. Tidak ada Infrastuktur jalan memadai maupun penerangan jalan umum di kampung baru ini.
Tidak juga ada fasilitas air bersih maupun PDAM di kampung yang sama. Meski berada persis di belakang Kantor Kecamatan Bulak, namun kampung dengan sekitar 100 KK ini sejak tahun 2000 tanpa PJU.
"Sudah kali ke sekian kampung kami diekspose dengan kondisi seperti ini. Jalan berlumpur dibiarkan tanpa penerang," ucap Hamdani, salah satu warga Bulak Kalitinjang, Senin (25/12/2017).
Pria tiga anak mengaku telah menempati kampung baru itu Sekak 2001. Saat itu sudah banyak yang menempati kampung tersebut. Semula kampung itu adalah tambak dan berhasil diuruk
Pantauan di lokasi memang jalan menuju kampung ini sangat tidak laik. Begitu masuk akses utama sudah disapa jalan tanah tanpa Paving dan Infrastuktur jalan memadai lainnya.
Kampung ini tidak saja hanya bersebelahan dengan Kantor Kecamatan. Namun kampung ini juga hanya berjarak sekitar 30 menit dari Balai Kota Surabaya.
Meski demikian kampung yang telah dihuni 100-an KK kalau malam jalanan gelap gulita. Sedang banyak lubang dan kubangan jalan di akses utama kampung baru ini.
"Kami bersama warga kampung sudah belasan tahun menderita. Kami berharap Bu Risma (wali kota Tri Rismaharini) mau datang ke kampung kami biar tahu sendiri kondisinya," tambah Purwati, warga yang lain.
Meski sudah ada ratusan KK, namun kampung baru itu belum bisa menikmati fasilitas dan sarana kota. Infrastuktur utama berupa jalan paling memprihatikan. Tak ada Paving dan sarana pendukung lain.
Tampak setiap warga yang melintas di akses utama itu kesusahan mencari jalan yang laik ditempati.
"Untung tidak sampai hujan. Kalau hujan banyak pengendara yang terperosok karena banyak lubang di akses jalan ini," kata Hamdani.
Warga Bulak Kalitinjang ini selama ini sudah bersabar. Namun mereka merasa bahwa penderitaan kampung sudah terlalu Lama. Paling sengsara saat hujan. Begitu malam jug mamin ekstra.
Warga mengaku telah melaporkan kondisi kampung "terbelakang" di Surabaya itu ke Balaikota melalui kelurahan. Namun selama ini pula tak ada respons berarti dari kelurahan.
Warga saat ini paling tersiksa kalau hujan. "Kami sepakat nyalur senidiri listik untuk penerangan umum. Kami tanam kayu dan dan mengolor kabel untuk memerangi jalan umum," kata Hamdani kembali.
Sejak 2000, satu dan dua warga mulai membangun rumah di tanah luas itu. Tercatat ada hampir 600 kavlingan di kampung itu. Tanah hamparan itu sebenarnya dulu berupa tambak dan rawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kampung-bulak_20171225_222058.jpg)