Menikmati Thailand dalam Nuansa Baru
Ada Kepala Arca Buddha di Antara Belitan Akar Pohon Bodhi di Wat Mahathat Thailand
sebuah arca yang seluruh badannya telah lenyap oleh waktu dan hanya tersisa kepalanya saja di antara belitan pohon bodhi.
Penulis: Musahadah | Editor: Titis Jati Permata
Selesai atau sebelum menikmati dua kuil terbesar di Ayyuthaya ini, wisatawan bisa menikmati kuliner khas Ayutthaya yang tak kalah dengan Bangkok.
Pilihan rombongan kami adalah sebuah rumah makan Tonnam Café di tepi Sungai Chao Phraya.
Di sini pengunjung bisa memilih menikmati makan di dalam kafe atau di atas kapal. Dan pilihan kami menikmati di atas kapal.
Papaya salad, udang sungai, noodle salafd, ayam berbungkus daun pandan dan olahan kepiting menjadi menu makan siang kami.
Udang sungai jumbo dengan saos sambal menjadi menu andalan karena selain rasanya yang segar, harganya ternyata cukup mahal, yakni 400 baht.
Keasyikan menikmati menu khas negeri gajah putih semakin lengkap dengan sensasi goyangan ombak sungai Chao Phraya.
Ditambah pemandangan lalu lalang kapal fery dan kapal barang yang mengangkut hasil pertanian dari Ayutthaya ke Bangkok.
Jalan-jalan ke Wat Mahathat, Wat dan Wat Phra Si Sanphet mengakhiri perjalanan saya di Thailand.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-terbelit_20171125_150520.jpg)