Menikmati Thailand dalam Nuansa Baru
Ada Kepala Arca Buddha di Antara Belitan Akar Pohon Bodhi di Wat Mahathat Thailand
sebuah arca yang seluruh badannya telah lenyap oleh waktu dan hanya tersisa kepalanya saja di antara belitan pohon bodhi.
Penulis: Musahadah | Editor: Titis Jati Permata
Namun, sang pencuri tetap tidak dapat mengeluarkan arca tersebut keluar kompleks, sehingga terpatri di antara belukar akar pohon.
Kepala arca Buddha ini memiliki struktur wajah yang agak datar dan lebar dengan alis mata tebal dan kelopak mata besar, bibir lurus lebar, dan tepi bibir yang jelas, cerminkan seni periode Ayutthaya tengah, pada pertengahan tahun 1600.
Bagian seni rupa bersama Departemen Kehutanan Thailand merawat pohon bodhi agar tidak menutupi kepala arca buddha.
Pantauan SURYA.co.id, sejumlah wisatawan dari Eropa tampak memenuhi area ini.
Menurut Suree, ada ketentuan bagi wisatawan yang ingin berfoto di dekat kepala arca Buddha ini.
“Mereka harus duduk lebih rendah dari arca ini. Tidak boleh di atasnya. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang Buddha,” katanya.
Karena letak arca yang cukup rendah sehingga wisatawan yang berfoto harus terduduk bahkan merunduk.
Selain kepala arca Buddha, puing-puing bekas kerajaan Ayyutthaya yang masih berdiri kokoh juga menjadi spot foto yang sangat menarik.
Untuk memasuki area ini, wisatawan hanya membayar 50 baht.
Tidak sedikit wisatawan yang menggunakan sepeda pancal untuk mengakses lokasi ini.
Hal itu kebanyakan dilakukan mereka yang ingin menelusuri sejumlah kuil di Kota Ayutthaya.
Tidak jauh dari Wat Mahathat, bisa dijumpai kuil yang tak kalah megahnya, Wat Phra Si Sanphet.
Kuil ini didirikan pada masa pemerintahan raja Ramathibodi I (raja U-Thong).
Bangunan penting di kuil ini adalah stupa utama yang berisi abu raja Boroma Tri-Loka-N at, raja Boroma Rachathirat III dan raja Ramathibodi II.
Wat Phra Si Sanphet adalah kuil kerajaan Ayutthaya, yang digunakan untuk upacara kerajaan yang begitu penting serta berfungsi sebagai kapel pribadi keluarga kerajaan dan tempat di mana abu keluarga kerajaan dilestarikan.
Tidak ada biarawan yang tinggal di sini meskipun mereka kadang-kadang diundang untuk upacara tertentu.
Untuk memasuki kuil ini pengunjung cukup membayar 50 baht dan mereka bisa berfoto sepuasnya di bangunan kuil yang menjulang tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-terbelit_20171125_150520.jpg)