Kamis, 9 April 2026

Lapor Cak

Selama Seminggu, Jalan Kebonsari Tengah Tidak Bisa Digunakan

Pengendara dari arah Karah yang biasa melewati jalan Kebonsari Tengah menuju jalan raya Kebonsari harus mencari jalan alternatif.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
pengerjaan plengsengan di Jl Kebonsari Tengah terus d kebut, Kamis (2/11). Pengendara dari arah Karah, Menanggal yang biasanya melewati jalan Kebonsari Tengah menuju jalan raya Kebonsari atau SPBU Kebonsari harus mencari jalan alternatif. Sebab, sejak minggu lalu sebagian jalan Kebonsari sedang di bongkar. Akibat adanya perbaikan plengsengan sungai yang ambrol. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengendara dari arah Karah, Menanggal yang biasanya melewati jalan Kebonsari Tengah menuju jalan raya Kebonsari atau SPBU Kebonsari harus mencari jalan alternatif.

Sebab, sejak minggu lalu sebagian jalan Kebonsari sedang di bongkar. Akibat adanya perbaikan plengsengan sungai yang ambrol.

Bimo Cahyawan (27), warga Kebonsari Tengah yang membuka jasa tambal ban di area perempatan jalan Kebonsari Tengah mengungkapkan sudah lama jalan di area tersebut ambrol akibat struktur jalan yang memang tidak padat.

Tepatnya sejak bulan Juni, jalan mulai retak dan ambrol mulai dari bagian tengah jalan hingga plengsengan sungai.

“Mending perbaikannya dipercepat, karena banyak warung yang juga di jalan situ yang terhambat jualannya. Belum macetnya yang pasti terjadi karena jalan disini tidak begitu lebar,” ungkapnya ketika ditemui SURYA, Kamis (2/11/2017).

Ditutupnya jalan yang menjadi akses warga menuju jalan raya Kebonsari dan Jambangan ini juga diresahkan sebagian pengguna jalan yang terbiasa melewatinya. Seperti Yuli yang harus mencari jalan alternatif untuk bisa ke SPBU yang berada di ujung jalan raya Kebonsari.

“Saya dari Siwalankerto, biasanya langsung lewat sini, kok ditutup. Ini bensin saya benar-benar habis, harus lewat mana ini,” ungkapnya kebingungan.

Yayang Retno (35), warga yang membuka rumah makan di jalan Kebonsari tengah selama 4 tahun ini juga merasakan dampaknya. Dikatakannya sebelum masuknya alat berat ke jalan tersebut, ia sudah bertemu denga pihak keluraan. Janjinya, proyek ini akan diselesaikan dalam waktu 2 minggu.

“Berdampak sekali ini, kami yang buka usaha di jalan ini menurun sampai 80 persen penjualannya. Biasanya saya jual 25 ekor, sekarang tiap hari cuma 5 ekor,” urainya.

Iapun berharap proyek ini bisa diselesaikan dengan cepat, tetapi harusnya juga dengan kualitas perbaikan yang baik. Bukan hanya asal tambal yang nantinya justru semakin merusak jalan.

“Ya semoga jalannya cepat selesai sesuai jadwalnya yang dijanjikan,” pungkasnya.

Rutin Dialog Dengan Warga

Camat Jambangan, Anna Fajriatin mengungkapkan rutin melakukan dialog dngan warga mulai dari tingkat kelurahan hingga RW dan RT. Dikatakannya, sebelum kegiatan proyek ini bahkan hingga seminggu setelah proyek ini dilakukan dialog rutin dilakukan. Komunikasi pelaksanaan proyek ini perlu dilakukan apalagi kondisi jalan semakin berbahaya jika tidak diperbaiki.

“Kami di sini selaku yang punya wilayah juga sosialisasi agar warga bisa mendukung program ini. Tadi malam juga ketemu warga dengan pak lurah. Ini untuk mengkomunikasikan proyek ini akan dilaksanakan seperti apa dan berapa lama,” ujarya.

Diperkirakan, dalam waktu 2 hingga 3 minggu proyek ini akan diselesaikan. Apalagi tiang panjang plengsengan sudah dipanjang, tinggal peletakan box culvertnya. Ia pun terus menerima aspirasi warga dalam setiap dialog.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved