Jumat, 1 Mei 2026

Sambang Kampung

Makam Mbah Karimah Sisi Lain Daya Tarik Kembang Kuning

“Orang-orang berharap bisa mendapat berkah juga dari mbah Karimah , beliau kan mertuanya Sunan Ampel,” ujar Suripto juru kunci makam.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
Pintu gerbang Makam Mbah Karimah. 

Mereka mendapat info dari radio Surabaya kalau ada haul Mbah Karimah, lalu datang untuk ziarah.

“Ada satu warga Malaysia yang sempat memberikan saya uang sebesar 10 Ringgit,” kenangnya.

Surip mengungkapkan Mbah Karimah ini adalah mertua lelaki Sunan Ampel.

Memang nama Karimah merupakan anak perempuan dari Ki Wiroseroyo yang dinikahi Sunan Ampel itu.

“Karena masyarakat itu sudah terbiasa menyebut anaknya terlebih dahulu kemudian diikuti nama ayahnya sebagai panggilan penghormatan, maka yang muncul nama Mbah Karimah Wiroseroyo,” ungkapnya.

Mertua Sunan Ampel bernama Ki Wiroseroyo ini merupakan seorang Prajurit Kerajaan Majapahit yang ditugasi sebagai penjaga batas kerajaan di wilayah Kembang Kuning.

Saat itu sejarah mencatat, awal abad 15, Kota Surabaya bagian selatan masih berupa hutan belantara.

Hal ini bisa ditelusuri jejaknya dengan melihat nama-nama daerah, seperti Wonokromo, Wonosari, serta Wonokitri.

Di Wonokitri inilah tepatnya hutan Kembang Kuning, Ki Wonoseroyo pertama kali bertemu dengan Sunan Ampel yang saat itu masih memakai nama Raden Rahmat.

Abdul Malik, peziarah dari Petemon mengungkapkan makam Mbah Karimah merupakan makam terdekat dengan rumahnya. Sehingga ia sengaja menyempatkan diri mampir untuk ziarah sambil meghabiskan waktu sorenya.

“Di sini enaknya tempatnya kecil dan kalau hari biasa tidak seramai Ampel. Jadi bisa santai berdoa dan membaur dengan wrga disekitar sini,” ujarnya.

Malik, sapaan akrabnya tidak sendiri, sejumlah pezarah juga tampak menghabiskan waktu selepas ashar di area makam mbah Karimah.

Beberapa drai mereka usai mengaji kemudian menghabiskan kopi yang dipesan di area warung sekitar makam.

Sebagian lagi memilih menyapu halaman musala atau sekadar menghabiskan waktu di musala.

Selengkapnya lihat video berikut:

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved