Kamis, 30 April 2026

Sambang Kampung

Makam Mbah Karimah Sisi Lain Daya Tarik Kembang Kuning

“Orang-orang berharap bisa mendapat berkah juga dari mbah Karimah , beliau kan mertuanya Sunan Ampel,” ujar Suripto juru kunci makam.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
Pintu gerbang Makam Mbah Karimah. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Saat mendengar wilayah Kembang Kuning, bagi kebanyakan orang akan terlintas bisnis prorstitusi dan komplek makam kristen yang luas.

Tetapi di kawasan tersebut memiliki sisi religi yang menjadi daya tarik masyarakat sekitar. Saat memasuki kawasan Makam Kristen Kembang Kuning, di sebelah selatan jalan terdapat gang kecil di sekitar pemukiman.

Menyusuri gang menanjak tersebut sejauh 100 meter maka akan menemukan makam mbah Karimah.

Makam yang berdampingan dengan mushola ini menjadi destinasi banyak warga kampung dan luar kampung.

Suripto (71), juru kunci makam mengungkapkan orang kampung baik di sekitar maupun di luar kampung kerap mengadakan tasyakuran di mushola ini.

“Orang-orang berharap bisa mendapat berkah juga dari mbah Karimah , beliau kan mertuanya Sunan Ampel,” ujar Suripto.

Ia pun mengungkapkan banyak mahasiswa maupun pelajar yang datang untuk mengetahui peristiwa sejarah dibalik banyaknya kunjungan ke makam tersebut.

Karena di bawah naungan Yayasan Masjid Rahmat, sejak tahun 1981 telah dibuat ringkasan sejarah makam Mbah Rahmat untuk menghindarkan syirik dan sejarah yang simpang siur.

“Takmir dan sekretaris takmir Masjid Rahmat masa itu bertanya sejarahnya pada sesepuh dan kiai-kiai. Jadi dibuatkan naskah sejarah cerita mbah Karimah ini. Ini yang jadi pegangan saya saat mendampingi pada ziarah yang datang,” ujarnya.

Ramainya para peziarah makam Mbah Karimah, lanjutnya, terjadi saat gelaran haulnya.

Selain itu, ada rombongan peziarah yang aktif satu bulan sekali datang ke makam Mbah Karimah, yakni dari Gresik, Pasuruan, serta Malang Selatan.

Selain dari Jawa Timur, ada rombongan dari luar Jatim yang rutin berziarah sebulan sekali seperti dari Pekalongan (Jawa Tengah) serta Cirebon (Jawa Barat).

Para peziarah ini merupakan rombongan dari Ziarah Walisongo yang sebelumnya mendapat info dari mulut ke mulut atau diberi tahu oleh orang-orang yang sudah pernah berziarah sebelumnya.

Tidak hanya dari dalam negeri saja, dari luar negeri pun juga melakukan ziarah di makam mertua Sunan Ampel ini.

Mulai dari Malaysia, Brunei Darussalam serta Singapura, saat kapal mereka sandar di Tanjung Perak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved