Rabu, 22 April 2026

Lapor Cak

Mobil Antar Jemput Siswa Rampas Jalan Warga Kampung Kedondong Tegalsari

Warga jl Kedondong, Kelurahan Tegalsari, Surabaya, memprotes akses masuk dan keluar kampung mereka yang 'dirampas' oleh mobil-mobil di sekolah swasta.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Mobil-mobil yang antre di jalan Kedondong, Tegalsari, Surabaya, untuk menjemput para siswa di sekolah tersebut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jalan yang sempit di kampung jalan Kedondong, Kelurahan Tegalsari, Surabaya makin semrawut saat pagi dan jam pulang sekolah karena banyaknya mobil yang masuk dan keluar 

Belakangan jalan kampung itu makin semrawut karena aktivitas antar jemput siswa sebuah sekolah swasta di lokasi itu.

Persis di jalan masuk kampung ini memang terdapat sekolah dengan jumlah siswa yang tak sedikit.

Namun sebagian besar mereka diantar kendaraan pribadi untuk sampai ke sekolah itu. Tidak hanya saat berangkat, saat pulang sekolah, sekitar jam 14.00 suasana kampung kembali semrawut karena banyak mobil parkir di akses kampung tersebut. 

"Ada sekolah Mawar Saron yang bikin kampung ini tak nyaman. Kalau pagi warga kampung kesulitan keluar karena ratusan mobil parkir dan mengantar siswa sekolah di situ," keluh Ketua LKMK Kelurahan Tegalsari, Toyib, Kamis (21/9/2017).

Sebagai pemilik kampung, warga Tegalsari seakan dipaksa mengalah atas keberadaan sekolah tersebut. Bahkan di lokasi yang sama juga ada aktivitas peribadatan yang juga bikin macet dan semrawut. 

Akibat situasi itu, warga Tegalsari di sejumlah RW protes agar ada solusi terbaik atas situasi itu. Mereka Kerap mendatangi kelurahan dan Muspika atas situasi itu.

Warga pun berinisiatif mempertemukan pihak lembaga pendidikan swasta itu dengan Muspika.

Diki warga Tegalsari yang lain mendesak agar pihak sekolah membuat areal parkir di dalam gedung sekolah.

"Bukan di jalan umum kampung yang dijadikan areal parkir banyak mobil. Saat warga hendak keluar kampung malah tersisih," ucap Diki. 

Selama ini, belum ada upaya dari Kelurahan atau kecamatan hingga pemkot untuk membantu warga yang terampas akses ke kampung mereka. 

"Pokok setiap jam masuk sekolah dan jam pulang sekokah selalu kami tak bisa lewat. Macet pol. Bagi warga kampung yang punya mobil akan kesusahan," tambah Fadli, warga yang lain.

Ketua LKMK Toyib menyampaikan bahwa warga pun menjadi tersisih karena keberadan sekolah yang bersebelahan dengan tempat peribadatan itu. Akibatnya, warga yang punya mobil mengalah saat pagi keluar kerja pakai motor. 

Kalau naik mobil sudah Pasti butuh waktu lama menembus macet di areal sekolah yang berada di mulut kampung warga itu. Warga merasakan ketidaknyamanan itu sudah lama.

Pantauan surya di lokasi sekolah di mulut kampung iti memang deretan ratusan mobil berjajar di akaes utama ke Kampung Kedondong Tegalsari itu. Ada yang sudah lama parkir ada yang baru tiba.

Kebetulan jam pulang sekolah. Tampak ratusan mobil sudah menangtre ingin menjemput siswa di sekolah itu. Ada yang sebelumnya parkir sudah langsung masuk antrean memanjang. 

Namun karena belum juga siswa yang dijemput muncul mengakibatkan mobil parkir makin menumpuk. Padahal mobil yang baru datang juga merangsek memenuhi jalan kampung. 

Situasi itu mengakibatkan akses ke kampung Kedondong mampet.

"Harus dicarikan solusi terbaik. Apalagi pakrir di kampung itu juga dikelola pihak sekolah tanpa melibatkan warg," kata Diki. 

(Baca: Akses Jalan Terganggu Oleh Kendaraan Siswa Mawar Saron, Muspika Tegalsari Akan Bawa ke Pemkot)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved