Kuliner
Burger Mee, Berbahan Mie yang Bikin Sensasi Rasanya Berbeda dan Unik
Di dalam burger mee itu, ditambahkan sayuran segar seperti potongan timun, saos tomat, mayonaise, potongan bawang bombay dan lettuce.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Makanan mie jadi makanan sehari-hari yang dikonsumsi orang, baik anak-anak maupun dewasa.
Namun apa jadinya ketika mie diolah menjadi burger, ala makanan barat ?
Tentu ada sensasi rasa yang berbeda dari burger ini, yang diberi nama Burger Mee.
Menu burger dari bahan mie ini menjadi racikan terbaru dari eatery Waroeng Mee yang berlokasi di Jl Nginden Semolo itu.
Pemilik Waroeng Mee, Hendy Setiono menjelaskan, eatery yang dia dirikan ini mengusung makanan kekinian yang disukai semua kalangan.
Makanan yang disajikan tak hanya tradisional, namun juga perpaduan makanan lokal dan barat.
Makanya, dia mencoba menyajikan menu yang berbeda, yakni burger dari bahan mie.
“Selama ini makanan burger identik dari roti. Namun kami mengolah burger dengan mie instan agar bercita rasa berbeda,” terangnya.
Waroeng Mee mengolah mie instan ini dengan telur dan menjadi bulatan seperti burger.
Di dalam burger mee itu, ditambahkan sayuran segar seperti potongan timun, saos tomat, mayonaise, potongan bawang bombay dan lettuce.
Tak lupa, bulatan daging sapi yang tebal membuat burger mee ini menggoyang lidah.
Daging sapi ini tak hanya sekadar digoreng, namun juga dibumbui dengan beberapa jenis rempah, sehingga rasanya nendang.
Meski ukuran burger yang dihargai Rp 15 ribu ini tak terlalu besar, namun itu adalah porsi bagi orang dewasa.
“Ini adalah untuk segmen anak muda. Makanya, kami membuat burger yang berbeda, dengan porsi tak terlalu besar namun cukup mengenyangkan konsumen,” paparnya.
Tampilan burger dari mie instan ini memang cukup menggoda lidah beberapa konsumen.
Seperti penuturan Prisca, warga Tenggilis yang sudah beberapa kali datang ke Waroeng Mee.
Dia sudah mencoba beberapa menu di eatery itu, termasuk burger mee ini.
“Burger ini berbeda, karena dari bahan mie. Rasa burger ini dominan pada mie yang cruncy dan gurih,” terangnya.
Ketika menggigit isi burger mee itu, daging sapinya terasa empuk dan kental rempah.
Ada cita rasa ketumbar, lada, pala dan gula, sehingga terasa renyah dan gurih.
Lalu untuk sayuran, paduan kesegaran timun dan asam asin dari mayonaise menjadikan burger ini cocok disantap setelah bekerja.
“Cita rasanya memang beda dari burger lain,” ujarnya.
Begitu pula dengan penjelasan Putra, warga Sidoarjo yang baru pertama kali datang ke Waroeng Mee ini.
Mencoba burger mee ini, dia menilai antara burger dan dagingnya sama-sama gurihnya.
“Kalau burger itu karena bahannya dari mie, makanya ada rasa asin dan kriuknya. Sedangkan pada daging, lebih berempah dan citarasanya lebih pada rasa rendang,” pungkasnya.
Menu burger mee ini menjadi andalan Waroeng Mee, dari sekira 50 menu lain yang disajikan.
Menu makanan dan minuman yang ditawarkan Waroeng Mee memang untuk segmen anak muda, dengan kisaran harga antara Rp 10-30 ribu. Sudharma Adi
Butuh 10 Dos Mie Instan Sehari
Menjadi eatery yang fokus pada masakan dari bahan mie instan, Waroeng Mee tak boleh kehabisan bahan ini selama sehari.
Makanya, Waroeng Mee menyiapkan 10 dos mie instan untuk membuat puluhan menu makanan, termasuk burger mee.
Pemilik Waroeng Mee, Hendy Setiono menguraikan, mie instan adalah bahan utama membuat burger mee dan menu lainnya.
Tak heran, dia harus menstok mie instan dalam jumlah banyak.
“Paling tidak butuh 10 dos mie instan, dimana satu dos isi 40 bungkus mie instan. Jadi harus sedia 400 bungkus mie instan,” ujarnya.
Jika mie instan itu masih tersisa, maka hari berikutnya dia menambah stok sehingga menjadi 10 dos.
Tak hanya mie instan, kebutuhan susu segar juga diperhatikan Waroeng Mee. Stok susu segar ini terutama untuk membuat menu minuman.
“Mie dan susu jadi bahan utama kami mengolah menu makanan dan minuman,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/burger-mee_20170912_140303.jpg)