Kamis, 9 April 2026

Reportase dari Jepang

Wow Begini Nikmatnya Buka Puasa Rasa Bollyfood di Kobe Jepang

sumpah, buka puasa bersama di masjid tertua di Kobe, Jepang ini sungguh sanggup menjadi pelipur lara kangennya suasana Ramadan di Indonesia ..

Editor: Tri Hatma Ningsih
wiwin is effendi/citizen reporter
Suasana buka puasa Ramadan di Masjid Kobe, Jepang 

Reportase Wiwin Is Effendi
Pecinta kuliner/mahasiswa PhD bidang Respiratory Medicine di Universitas Kobe, Jepang

 

BAU rempah-rempah khas masakan India menyapa kami yang sedang duduk di serambi masjid. Hembusan angin musim semi masuk melalui jendela kuno masjid Kobe, semakin menambah kuat aroma.

Ini Ramadan pertama saya di Kobe, Jepang. Menjadi lebih berarti karena buka puasa kali ini saya memutuskan akan bergabung dengan komunitas muslim Kobe di masjid yang sudah berdiri dari sebelum perang dunia kedua.

Sejenak rasa penasaran tentang masakan apa yang dimasak di dapur teralihkan karena iqomat telah dikumandangkan dan imam sudah mengambil shaf akan mengimami jamaah 'Ashr.

Awal Ramadan tahun ini kebetulan berlangsung saat musim semi menjelang berakhir.Suasananya relatif tidak panas dengan terkadang diselingi hujan.Menjadi sedikit keuntungan bagi saya yang baru pertama kali merasakan puasa di negara dengan empat musim seperti Jepang ini.

Beberapa kawan mahasiswa Indonesia bercerita kalau puasa dua tahun kemarin dirasakan cukup berat, hot and humid. Sebagian malah mengungkapkan suasana puasa di musim panas seperti bersauna-ria karena teriknya matahari di Kobe. Jadi, saya patut bersyukur meski waktu menahan lapar dan dahaga tetap lebih lama dari muslim di Indonesia.

Takjil Gorengan Pakora

Pengingat waktu menunjukkan pukul enam sore dan jamaah bersiap mendengarkan ceramah imam. Pengajian akan dibawakan dalam duabahasa, Urdu dan Inggris. Kebanyakan pengurus dewan masjid, sebutan takmir, berasal dari muslim Asia selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

Menjelang pukul tujuh, majelis taklim ditutup dengandoa. Dan bauharum dari dapur semakin memaksa kelenjar saliva bekerja lebih hebat.

Azan maghrib berkumandang sebagai pertanda membatalkan puasa. Sebutir kurma dan segelas sirup cukup untuk membasahi kerongkongan dan mengisi lambung kosong sejak enam belas jam lalu. Pisang, semangka dan apel mempermanis ifthar di masjid Jepang tertua ini.

Yang mengingatkan saya dengan kampung halaman adalah pakora atau semacam gorengan di Indonesia. Ternyata kebiasaan menikmati gorengan juga lazim bagi muslim Kobe saat buka puasa.

Ucapan syukur dan untaian doa terucap dari saudara muslim berbagai negara yang ikut menikmati buka bersama. Menikmati sajian takjil dalam suasana persaudaraan dibalut sejuknya angin musim semi benar-benar sebuah anugerah.

 Dua kebahagiaan, bahagia saat berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan Tuhannya; itulah janji Allah dalam sebuah riwayat nabi.

Biryani Kambing

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved