Citizen Reporter
Insinerator Minim Asap Karya Mahasiswa KKN Ubhara, Berkapasitas 500 Kg Sampah Kering per Hari
Surabaya memiliki cara jitu mengatasi masalah sampah di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara (Ubhara) kelompok 13 membuat insinerator minim asap yang diadopsi dari video viral KKN IPB.
- Dua insinerator ini berkapasitas 500 kg sampah per hari.
- Insinerator ini digunakan untuk mengatasi masalah sampah di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.
SURYA.CO.ID I SURABAYA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya memiliki cara jitu mengatasi masalah sampah di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.
Tim beranggotakan 13 mahasiswa bernama “Bhayangkara Kebonsari Mengabdi (BKM)” ini membuat dua tungku pembakaran (insinerator) minim asap berkapasitas total 500 kg sampah kering per hari.
Desain insinerator yang diadopsi dari video viral KKN Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memiliki dimensi tinggi 2 meter, lebar 70 cm, dan panjang 130 cm.
Dengan ukuran tersebut, satu tungku mampu menampung 50-250 kg sampah kering per hari dari satu RT/RW.
Sebelum membangun insinerator, mahasiswa menyosialisasikan program ini kepada warga di acara pembukaan KKN 16 November 2025.
Baca juga: Kampus II Ubhara Surabaya Resmi Digunakan, Siap Buka Fakultas dan Prodi Baru
Mereka menjelaskan bahaya pembakaran sampah sembarang yang bisa mencemari udara, air, dan tanah, serta memberikan contoh dampak serius bagi kesehatan warga sekitar.
Dalam sosialisasi, tim BKM mengedukasi warga bahwa hanya sampah kering seperti daun kering dan kertas kering yang boleh dibakar dalam insinerator.
Sampah berbahaya (B3) seperti lampu, cat bekas, baterai, dan barang media sama sekali tidak boleh dibakar. Sampah plastik juga tidak boleh dibakar, karena masih bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.
Rizky Syahputra, anggota tim KKN mengungkapkan, awalnya tim sempat terkendala mencari lahan yang tepat untuk membangun insinerator.
“Setelah berdiskusi dengan Lurah Kebonsari dan Ketua RW 01, akhirnya disepakati dua titik lokasi strategis, di dalam area makam RW 01 dan di samping gudang budidaya maggot BSF. Kedua lokasi ini dipilih karena penumpukan sampah kering di area tersebut masih cukup banyak,” terangnya.
Selanjutnya, 13 mahasiswa ini bekerja sama dengan warga untuk membangun kedua insinerator ini.
Pembangunan dimulai dari lokasi pertama di makam RW 01. Tim BKM terlebih dahulu membersihkan area agar proses konstruksi berjalan nyaman.
Idealnya, pembangunan satu tungku membutuhkan waktu 2 – 3 hari (termasuk pengecatan).
Namun, cuaca tidak berpihak. Hujan yang turun berkali-kali membuat proses Pembangunan terhambat hingga 7 hari untuk menyelesaikan kedua tungku.
insinerator
Insinerator Minim Asap
Mahasiswa KKN Ubhara
Universitas Bhayangkara (Ubhara)
Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya
Multiangle
Meaningful
SURYA.co.id
| Ingatkan Bahaya Narkoba Jenis Baru, Mahasiswa Fisip Ubhara Gelar Seminar untuk Pelajar |
|
|---|
| Rayakan HJKS ke-733, Ubhara X Greebel Hadirkan Surabaya Berwarna 2026 |
|
|---|
| Rayakan 5 Tahun Perjalanan, Perlima Luncurkan Buku Antologi Cerpen 'Ribuan Langkah Menuju Pulang' |
|
|---|
| Keseruan Festival Kebangsaan Gema Kampus di Unesa |
|
|---|
| Pentas Seni KB-TK Al Falah Darussalam Tropodo Sidoajo Semarak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Insinerator-minim-asap-Ubhara-Surabaya.jpg)