Lapor Cak

Kampung Ilmu Jl Semarang, Wajahmu Kini

Kampung Ilmu di Jl Semarang, Surabaya, dulunya semarak. Tetapi kondisinya kini berubah. Mengapa bisa demikian?

Kampung Ilmu Jl Semarang, Wajahmu Kini
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Zaimul Haq
Lapak penjual buku di kawasan Kampung Ilmu, Jl Semarang, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jalan Semarang kerap dijadikan warga Surabaya maupun luar Surabaya untuk berburu buku bekas. Sebab kelengkapan koleksi di pasar loak buku di sana sudah tersohor dan tidak diragukan lagi.

Salah satu tempat yang jadi jujukan adalah Kampung Ilmu. Yang terletak di Jalan Semarang No 55. Di sana terdapar sekitar 80 stan penjual buku lawas baik bekas maupun baru dalam kondisi layak baca.

Namun yang disayangkan kondisi di Kampung Ilmu saat ini tak semanis dulu. Kampung Ilmu yang dulunya ramai dikunjungi anak-anak untuk berburu buku dan belajar sekarang relatif sepi dan jarang ada yang datang.

"Dulu ramai. Sekarang sepi. Kondisinya sekarang masih semrawut. Banyak fasilitas yang rusak. Tempat yang biasanya untik belajar juga sudah nggak bisa dipakai," kata Lastri, salah satu pedagang buku di Kampung Ilmu, Minggu (26/3/2017).

Berdasarkan pantauan Surya, atap di pendopo kampung ilmu bahkan ada yang lubang dan dibiarkan bocor. Sehingga membuat aktivitas yang dulunya diramaikan dengan bakti sosial kampung jadi sepi dan tidak jalan.

Ia menyangkan, semakin miniknya orang yang datang ke Kampung Ilmu membuat pendapatan penjual buku juga merosot. Jika dulu perhari dapat Rp 500 ribu, sekarang kadang juga tidak ada pembeli.

"Biasanya sehari dapat Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu. Kalau pas sepi nggak dapat pembeli ya kelakon," imbuhnya.

Ketika ada aktivitas di Kampung Ilmu, kadang anak-anak masih suka berburunbuku bacaan seperti komik atau majalah. Sedangkan sekarang semakin menurun seiring dengan minimbya fasilitas yang memadai.

Bukan hanya pendopo dan ruang belajar yang dalam kondisi rusak, namun di seputaran stan-stan penjual buku Kampung Ilmu juga tampak semrawut.

Ada sisa sisa bahan bangunan yang ditimbun membuat kotor dan becek di musim hujan. Menjadi sarang nyamuk. Seperti sedang dalam pembangunan namun mangkrak.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved