Minggu, 12 April 2026

Berita Sampang Madura

VIDEO - Detik-detik Penangkapan Para Pejabat Sampang, Buktinya Lebih dari Rp 1 Miliar

SAMPANG GEGER. Tim Saber Pungli dari Surabaya mendadak ringkus 7 orang di Sampang. Lihat videonya, baca konteksnya.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli

SURYA.co.id  - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dibentuk Ditreskrimsus Polda Jatim, menangkap kades beserta perangkat desa dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di halaman Bank Jatim Cabang Sampang Jalan Wahid Hasyim.

Penangkapan yang dilakukan Subdit Tipikor Polda Jatim, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 15.10 WIB, setidaknya mengamankan 7 orang. Mereka diduga kuat terlibat tindak pidana korupsi atas pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kecamatan Kedundung, Sampang.

UPDATE: VIDEO - Wow! Pejabat Rendahan dari Sampang, Madura Simpan Uang Asli Rp 1,5 Miliar

Ketujuh orang yang tengah diperiksa di Subdit Tipikor Polda Jatim yakni, H Kun Hidayat SE MSi (Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kedungdung).

Dari tangan Kun Hidayat penyidik menemukan uang dari dalam mobil sebanyak Rp 419,6 juta. Setelah penyidik menggeledah di rumahnya juga ditemukan Rp 641,2 juta.

Evi Herawati (Staf Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kedundung) diamankan uang sebanyak Rp 270,5 juta. Suhartik (Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kedundung/Pj Kades Moktesareh) disita uang Rp. 21,9 juta. Roudltul Jannah (Istri Kades Banjar) ditemukan uang Rp 100 juta.

Penyidik juga menangkap Heriadi (keponakan Roudlotul Jannah), Jadid (Kades Batoporo Barat). Musrifah (Istri Kades Batoporo Barat) ditemukan uang Rp. 41,5 juta. "Jadid dan Musrifah adalah kades yg ADDnya di potong. Total uang yang diamankan Rp 1,49 miliar," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol F Bahrung Mangera, Selasa (6/12).

Kombes Bahrung yang baru dilantik, menuturkan modus yang dilakukan adalah, setiap pencairan ADD atau DD yang bersumber dari APBN dipotong oleh Kasi Pemberdayaan Desa Kecamatan Kedundung, Kun Hidayat. Alasan pemotongan ADD dengan alasan untuk pajak, papan nama, RAB Desain, Spj ADD, materai, prasasti dan foto.

"Untuk pemotongan DD juga dengan dalih pajak, PKK, hutang Dayat, hutang camat, pelatihan, prasasti, foto, usulan DD, SPJ DD, entry pajak dan Porkab," jelasnya.

Sementara data yang dipotong untuk ADD pencairan 5 Desember ada tiga desa. Ketiga desa itu adalah, Desa Rabasan, dananya 132,8 juta dipotong Rp 54,7 juta sehingga hanya menerima Rp 78,1 juta.

Desa Kramat, dananya Rp 118,6 juta dipotong Rp 65 juta sehingga dana yang diterima cuma Rp 53,6 juta. Desa Nyeloh, dana yang ada Rp 139,4 juta dipotong Rp 118,2 juta sehingga dana yang diterima cuma Rp 21,2 juta.

Besarnya potongan yang dilakukan pihak terkait, sangat mencurigakan ada permainan. Karena tidak menutup kemungkinan ada oknum yang menyuruh atau mengendalikan pemotongan ini. Yang sangat mencolok adalah pemotongan di Desa Nyeloh uang sebesar Rp 139 juta tinggal Rp 21 juta.

"Uang Rp 21 juta bisa dipakai membangun apa," ujar petugas denga nada tanya.

Kegiatan OTT yang digelar Tim Saber Pungli ini atas informasi masyarakat. Karena uang yang dikucurkan dari pusat setelah sampai banyak dipotong. "Dari situ akhirnya dilakukan penangkapan," tandas Bahrung.

Kasus ini, kata Bahrung masih dalam proses penyidikan untuk mengetahui peran masing-masing. "Hasilnya bagaimana, tunggu dulu," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved