Berita Bangkalan Madura
Daripada Demo ke Jakarta, MUI Bangkalan Ajak Warga Hadiri Acara Ini
"Pertimbangan kami faktor biaya dan keselamatan masyarakat jika pergi ke Jakarta. Maka dari itu, silahkan datang ke istighotsah pada malam"
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | BANGKALAN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan KH Syarifudin Damanhuri mengimbau masyarakat menghadiri istighotsah yang akan dilakukan di Masjid Syaichona Kholil, Desa Martajasah, Kelurahan Mlajah pada Kamis (1/12/2016) malam.
"Pertimbangan kami faktor biaya dan keselamatan masyarakat jika pergi ke Jakarta. Maka dari itu, silahkan datang ke istighotsah pada malam sebelum tanggal 2 Desember," ungkap KH Syarifudin Damanhuri, Rabu (30/11/2016).
Sebelumnya, MUI Bangkalan hadir pada Silatuhrami Ulama, Umaro' dan Ormas dalam rangka menyikapi Aksi Damai 2 Desember 2016 di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung di RM Tera' Bulan, Selasa (29/11/2016) malam itu dihadiri Wakil Bupati Bangkalan Ir Mondir A Rofiii, Kapolres AKBP Anissullah M Ridha, Dandim 0829 Letkol Inf Sunardi Istanto, dan Kejari Riyono Budi Santoso.
Sedangkan dari ormas Islam diwakili Ketua Takmir Masjid Agung Bangkalan KH Safik Rofi'i, Ketua PCNU HM Makki Nasir, Ketua GP Ansor KH Hasani Zubair, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Moh Suni Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Masriyanto, dan para pimpinan pondok pesantren di Bangkalan.
"Kami tidak berangkat ke Jakarta dan akan melaksanakan Istighotsah di tempat masing - masing untuk mendoakan keselamatan massa yang beraksi di Jakarta," tutur Ketua PCNU HM Makki Nasir.
Dandim 0829 Letkol Inf Sunardi Istanto mengungkapkan, pihaknya tetap mengantisipasi kelompok - kelompok yang memanfaatkan kumpulan massa untuk menyulut konflik horisontal sehingga tercipta suasana tidak kondusif yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami merespon secara serius karena ada 2 pertimbangan, yakni konsentrasi massa dalam jumlah banyak biasanya mudah disulut. Dikhawatirkan niat awal baik bisa berujung buruk ketika didomplengi kelompok - kelompok yang tak bertanggung jawab," ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya, ia menyarankan para kiai dan ulama memberikan pemahaman kepada umat atau masyarakat terkait potensi ancaman tersebut.
"Perlu diwaspadai juga, pemberitaan atau postingan komentar - komentar di media sosial yang bernada provokatif. Masyarakat harus lebih jeli dalam menyikapi hal itu," pungkasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-bangkalan_20161130_173132.jpg)