Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sumenep Madura

Menyedihkan, Sel Tahanan Ukuran 3 X 4 Dihuni 12 Napi, Tahanan Tidur di Lorong WC

"Kami sengaja datang ke sini, karena kami tahu bahwa penghuni rutan ini adalah warga Sumenep, yang sedang menjalani pembinaan atas akibat proses hukum

Tayang:
Penulis: Moh Rivai | Editor: Yoni
surya/Mohammad Rifai
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat mengunjung Rumah Tahanan Kelas II B Sumenep, melihat langsung kondisi hunian di Rutan yang overkapasitas. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Kondisi rumah tahanan negara kelas II B Sumenep, Madura sangat memperihatinkan.

Banyaknya tahanan dan narapidana yang menghuni Rutan tersebut harus berdesak-desakan. Apalagi kini makin banyak Napi yang masuk.

Bahkan, penghuni ruangan yang seharusnya hanya khusus untuk 6 orang, kini dipaksakan diisi 12 napi.

Kondisi ruang napi dan tahanan yang sangat memperihatinkan tersebut mendapat perhatian khusus Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Wabup mendadak mendatangi Rutan yang terletak di Jalan KH Mansyur Sumenep itu dan melihat langsung kondisi napi dan tahanan serta berbagai fasilitas Rutan yang sangat minim.

"Kami sengaja datang ke sini, karena kami tahu bahwa penghuni rutan ini adalah warga Sumenep, yang sedang menjalani pembinaan atas akibat proses hukum yang mereka jalani," kata Achmad Fauzi saat berkunjung ke Rutan Kelas II B Sumenep kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (29/11/2016).

Sesuai hasil kunjungannya, Wabup melihat kondisi penghuni Rutan sangat menyedihkan. Salah satunya kamar tahanan dan napi yang hanya lebarnya 3 x 4 meter persegi ditambah dengan kamar mandi dan WC ukuran 1 x 1,2 meter, harus dihuni oleh 12 orang napi dan tahanan, bahkan ada yang tidur di lorong menuju kamar mandi dan wc.

"Ini sudah sangat tidak layak dan bahkan menurut saya kurang manusiawi, sehingga diperlukan upaya-upaya agar kendatipun mereka napi, tapi mereka juga kan manusia yang dilindungi hak-haknya," kata Wabup kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Karenanya, pihaknya berjanji akan menyampaikan kondisi Rutan Sumenep ke Kementerian Hukum dan Ham di pusat terhadap kondisi Rutan Sumenep.

Perlunya ada penambahakan kamar, salah satunya mungkin dengan dengan pelebaran lokasi Rutan, atau mungkin dengan menambah lantai untuk kamar napi.

"Selain ke akan berupaya membantu untuk pembangunan ke pusat, kami di daerah juga akan berupaya membentu dengan APBD. Nah, untuk sementara agar ruangan tidak terlalu pengap, kami bantu kipas angin di seluruh kamar," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Sumenep, Ketut Akbar, mengatakan, kondisi Rutan memang sangat sesak.

Bahkan hampir tiap hari ada tahanan masuk ke Rutan Sumenep, baik yang masih dalam tahanan kejaksaan dan pengadilan, juga para narapidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Idealnya, sesuai aturan dari Kementarian Hukum dan HAM, setiap kamar paling banyak dihuni 6 kamar. Tetapi karena membludaknya tahanan dan napi, maka dengan sangat terpaksa harus diisi 12 orang," papar Ketut Akbar, usai mendampingi Wabup Fauzi.

Karenanya, pihaknya menyambut baik kepedulian Wakil Bupati Sumenep yang datang dan menyatakan siap membantu mengatasi persoalan yang menimpa Rutan Sumenep.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved