Selasa, 14 April 2026

Berita Surabaya

Dolly Tutup dan Tak Ingin Istri Kembali Terjerumus, Jarwo Banting Setir Bikin Tempe

Tak ingin melihat orang terkasih menjajakan tubuhnya demi rupiah, Jarwo pun nekat meminang Munasifah.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad zaimul haq
Jarwo Susanto kini sibuk membesarkan usaha membuat tempe di Jl Kupang Gunung Tembusan Gang 2 No 27 Surabaya yang dirintis bersama istrinya mantan PSK usai penutupan lokalisasi Dolly. 

Servis yang dibumbui dengan modus itulah, yang akhirnya membuat keduanya akrab.

"Saya tahu kalau anak baru belum dapat gaji, makanya setiap dia pesan minum atau jajan, selalu tak beri gratis, rodo' modus sih asli," ungkap Jarwo.

Perjuangannya mengentas Munasifah dari bisnis haram, ternyata tak mudah.

Tak hanya kata-kata, semua tindakan Jarwo awalnya dianggap Munasifah hanya sebatas main-main.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan ketelatenan dan kesabaran Jarwo, Munasifah akhirnya luluh.

"Waktu itu, lihat pesan yang saya kirim saja, dia harus sembunyi-sembunyi supaya tidak ketahuan 'bos'. Terkadang pesan saya gak dibalas," ujarnya.

Tak ingin melihat orang terkasih menjajakan tubuhnya demi rupiah, Jarwo pun nekat meminang Munasifah.

Bukan jawaban iya yang diperolehnya, melainkan harus sabar menunggu hingga tujuh bulan untuk mengentas Munasifah dari bisnis esek-esek.

Belajar dari Saudara
Tujuh bulan berlalu di 2010, Jarwo pun menikahi Munasifah. Sempat bingung tak punya pekerjaan, ia mencoba menenangkan hati Munasifah dengan menyarankan agar berjualan minuman di pagi hari.

Jualan jus saat itu dipilih Munasifah. Ketika matahari tenggelam, warung minuman berganti dijaga Jarwo.

"Waktu itu lancar-lancar saja, berapapun uang yang kami peroleh sangat cukup," paparnya.

Namun, ketika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memutuskan menutup semua lokalisasi di Dolly, Jarwo dan Munasifah pun terkena imbasnya. Warung kopinya ikut gulung tikar karena pelanggan sepi.

Tak mau kehilangan mata pencaharian dan tak ingin istri tercintanya kembali terjerumus, Jarwo mencoba peruntungan dengan membuat tempe.

"Saya belajar dari saudara di Sidoarjo, awalnya susah sekali. Tak punya pelanggan satu pun, banyak tempe dibuang," tuturnya.

Tetapi, tekadnya yang begitu kuat supaya dapur di rumahnya tetap mengepul, ia bertahan berjualan tempe.

"Saya telateni. Alhamdulillah .... Allah memberi jalan. Ini bukti nyata, kalau niat kita baik, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih dan lebih lagi," tandas Jarwo.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved